Pengertian dan Contoh Perilaku Hasad Dalam Islam

Hasad adalah penyakit hati ketika seseorang merasa tidak senang jika orang lain menerima karunia Allah Swt. Hasad secara bahasa berarti dengki atau benci. Hasad menurut istilah adalah membenci nikmat Allah Swt. yang dianugerahkan kepada orang lain. Selain itu, ia juga menginginkan agar nikmat tersebut segera hilang atau terhapus dari orang lain.
Pengertian dan Contoh Perilaku Hasad Dalam Islam
Pengertian Hasad Menurut Para Ulama
  1. Menurut al-Jurjani al-Hanafi, hasad adalah menginginkan atau mengharapkan hilangnya nikmat dari orang yang didengki agar berpindah kepadanya.
  2. Menurut Imam al-Gazali, hasad adalah membenci nikmat Allah Swt. yang ada pada diri orang lain dan menyukai hilangnya nikmat tersebut.
  3. Menurut Sayyid Qutb, hasad merupakan kerja emosional yang berhubungan dengan keinginan agar nikmat yang diberikan Allah Swt. kepada hamba-Nya hilang. Cara yang dipergunakan oleh pendengki dapat berupa tindakan supaya nikmat itu lenyap dari padanya atas dasar iri hati atau cukup dengan keinginan saja. Motif dari tindakan itu adalah kejahatan.

Ada dua kondisi yang mungkin ditunjukkan oleh seseorang jika orang lain mendapat nikmat. Pertama, benci terhadap nikmat Allah Swt. Yang dikaruniakan kepada orang lain dan ia menginginkan nikmat tersebut hilang atau berpindah kepadanya. Sikap ini disebut dengan hasad. Kedua, tidak membenci nikmat tersebut dan tidak menginginkannya lenyap, tetapi ia ingin memperoleh nikmat yang sama. Sikap ini disebut gitbah atau nafasah (kompetisi).

Hasad pertama kali dilakukan oleh iblis. Iblis merasa tidak suka Adam mendapat karunia Allah Swt. Iblis menolak untuk bersujud (memberi hormat) kepada Adam sebab sifat takabur dan hasad. Hasad di dunia pertama kali dilakukan oleh Qabil terhadap Habil, saudaranya. Qabil tidak menyukai Habil menerima nikmat berupa kesempatan menikahdengan Iklima. Ia menginginkan nikmat yang diterima Habil berpindah kepadanya. Iblis yang merupakan musuh manusia hingga akhir zaman terus memanas-manasi Qabil. Oleh karena sifat hasad, Qabil tega membunuh Habil, saudara kandungnya.

Perilaku hasad sering kita temui dalam keseharian. Misalnya, A mendapat karunia dari Allah Swt. berupa kecantikan. B tidak menyukai nikmat yang diterima A. Ia ingin nikmat berupa kecantikan tersebut berpindah kepadanya atau hilang dari A. Sikap yang ditunjukkan oleh B merupakan penyakit hati, yaitu hasad. Masih banyak contoh perilaku hasad yang terjadi dalam kehidupan.

Menghindari Perilaku Hasad dalam Keseharian
Hasad merupakan penyakit yang berbahaya. Hasad dapat menyerang siapa pun, baik anak-anak, orang dewasa, laki-laki, maupun perempuan. Sifat hasad dapat ditimbulkan oleh sifat-sifat sebagai berikut.

Permusuhan dan Kebencian
Permusuhan dan kebencian terhadap orang lain dapat menimbulkan sifat hasad. Permusuhan dapat menyebabkan seseorang berkeinginan untuk mengalahkan lawannya. Sikap ini menyebabkannya tidak suka jika lawan atau musuhnya mendapat karunia Allah Swt

Sombong dan Ujub
Kesombongan yang bersarang dalam hati seseorang dapat menimbulkan perilaku hasad. Orang yang sombong selalu merasa di atas orang lain. Oleh karenanya, ia tidak menyukai jika orang lain menerima nikmat yang mungkin saja dapat menyainginya. Ia khawatir nikmat yang diterima orang lain dapat menyamai karunia yang diterimanya padahal ia ingin lebih dari orang lain dalam segala hal.

Selain sifat takabur yang dapat menimbulkan hasad, ujub juga dapat menimbulkan perilaku hasad. Orang yang ujub suka membangga-banggakan amal dan nikmat yang diterimanya. Ia tidak ingin ada orang yang dapat mengalahkan atau menyainginya. Sikap ini dapat menimbulkan hasad. Hal ini karena ia tidak menyukai jika ada orang lain yang menerima nikmat. Ia menginginkan nikmat yang diterima orang lain hilang atau berpindah kepadanya.

Cinta Harta dan Gila Jabatan
Sikap terlalu cinta harta dan gila jabatan dapat menimbulkan perilaku hasad. Seseorang yang terlalu cinta harta tidak menyukai jika ada orang lain yang memperoleh nikmat berupa harta benda. Ia khawatir orang tersebut mampu mengalahkannya dalam bidang ekonomi atau kekayaan. Selain itu, sikap gila jabatan menyebabkan  seseorang merasa tidak suka jika ada orang lain mendapat karunia berupa kedudukan atau jabatan. Ia ingin kedudukan atau jabatan tersebut hilang atau berpindah kepadanya.
Menurut Imam al-Gazali hasad itu ada tiga macam sebagai berikut.
  • Menginginkan agar kenikmatan orang lain itu hilang dan beralih kepada dirinya.
  • Menginginkan agar kenikmatan orang lain itu hilang, meskipun ia tidak dapat menggantikannya, baik karena merasa mustahil bahwa dirinya akan dapat menggantikannya atau memang kurang senang memperolehnya atau sebab lain. Hasad semacam ini lebih jahat dari kedengkian yang pertama.
  • Tidak ingin jika nikmat orang lain itu hilang, tetapi ia benci kalau orang itu akan melebihi kenikmatan yang dimilikinya sendiri. Hal ini juga dilarang sebab orang tersebut jelas tidak rela dengan apa-apa yang telah dikaruniakan oleh Allah.
Demikianlah, hasad menurut Imam al-Gazali dapat berbentuk tiga sikap seperti disebutkan di atas.



Sebagai perilaku tercela hasad menimbulkan dampak negatif, baik bagi pelaku maupun orang lain. Di antara dampak negatif perilaku hasad sebagai berikut.
  • Menghanguskan Amal Kebaikan
  • Merasa Senang jika Orang Lain Tertimpa Musibah
  • Memutus Tali Silaturahmi
  • Hilangnya Ketenangan Hidup
  • Tidak Dapat Menyempurnakan Iman
  • Menyusahkan Diri Sendiri
Demikianlah beberapa dampak negatif perilaku hasad. Kesimpulan yang dapat diambil dari uraian di depan, bahwa hasad tidak membawa hikmah. Justru hasad menyebabkan dampak buruk yang tidak pernah kita inginkan. Oleh karena itu, marilah kita jauhi hasad dan musnahkan dari hati. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghindari sifat hasad sebagai berikut.
  • Mewaspadai Bahaya dan Menghindari Penyebabnya
  • Menyadari bahwa Nikmat yang Diterima Berasal dari Allah Swt
  • Menyadari bahwa Sesama Manusia adalah Saudara
  • Memohon Perlindungan Allah Swt

Subscribe Untuk Mendapatkan Updata Artikel

loading...

0 Response to "Pengertian dan Contoh Perilaku Hasad Dalam Islam"

Post a Comment