Pengertian, Ciri - Ciri dan Struktur Teks Eksplanasi

Kali ini saya akan membagikan beberapa contoh dari teks eksplanasi yang merupakan salah satu materi dalam mata pelajaran bahasa indonesia. Sebelum menyimak lebih lanjut contoh yang diberikan mari pahami terlebih dahulu pengertian dari teks eksplanasi.

Apa sih Teks Eksplanasi itu ? Teks Eksplanasi adalah teks yang berisi penjelasan mengenai suatu kejadian, proses terjadinya dan lain-lain. Biasanya teks ekspalanasi berisi penjelasan mengenai kejadian/fenomena alam dan juga tentang sosial. Adapun ciri-ciri dari teks eksplanasi adalah sebagai berikut :
Contoh Teks Eksplanasi Singkat

Ciri-Ciri Teks Eksplanasi
  • Informasi yang dimuat dalam teks merupakan fakta/faktual bukan fiksi
  • Faktual diatas seperti yang bersifat ilmu pengetahuan/sains
  • Sifat informatif atau memberikan penjelasan kepada pembaca
  • Terdiri dari pernyataan umun, urutan sebab akibat, dan interpretasi,
Sebelum membuat sebuah teks eksplanasi yang baik harus diperhatikan struktur yang terkandung didalamnya. Adapun struktur dalam teks eksplanasi sebagai berikut :
Struktur Teks Eksplanasi
  • Pernyataan umum, berisi penyataan umum tentang topik yang akan dijelaskan seperti proses keberadaannya, proses terjadinya, atau proses terbentuknya.
  • Urutan Sebab Akibat, berisi penjelasan proses keberadaan atau proses terjadinya yang disajikan secara urut atau bertahap dari yang paling awal hingga yang paling akhir.
  • Interpretasi, berisi tentang kesimpulan 

Setelah membaca penjelasan mengenai teks eksplanasi diatas simaklah beberapa contoh dari teks eksplanasi dibawah ini
Kemiskinan ( Sosial )
Kemiskinan adalah tingkat masyarakat dengan pendapatan yang rendah. Dengan pendapatan yang rendah masyarakat tidak mampu mencukupi kebutuhan pokok seperti makan, minum, tempat tinggal dan pendidikan. Biasanya masyarakat miskin cenderung tinggal di gubuk, bantaran kali bahkan di kolong jembatan. Terkadang mereka juga membangun sendiri rumahnya di atas tanah milik negara. Kemiskinan tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi di seluruh dunia terjadi fenomena ini. Banyak negara berkembang memiliki masalah yang sama yaitu tentang kemiskinan.

Banyak faktor terjadinya kemiskinan. Faktor keterbatasan alat kelengkapan pendidikan dan pemenuhan kebutuhan sehari - hari. Selain itu, seperti bangkrut, musibah, perilaku pribadi, perbudakan dan struktur sosial. Faktor perilaku dan struktur sosial yang lebih banyak mendominasi masalah kemiskinan. Perilaku konsumtif, mementingkan gengsi daripada kebutuhan, dan penggunaan uang yang tidak sesuai dengan pemasukan yang diterima. Faktor struktur sosial lebih mengarah kepada turun temurun itu sendiri. Orang tua yang miskin kemungkinan untuk tidak bisa membiayai pendidikan  anak-anak mereka sehingga anak-anak mereka pun tidak dapat mengenyam pendidikan dan dengan demikian generasi kebodohan dan kemiskinan akan mudah saja turun temurun. Faktor gengsi adalah faktor yang juga termasuk dalam faktor perilaku pribadi. Masyarakat lebih cenderung mementingkan keinginan daripada kebutuhan. 

Namun, banyak juga yang dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah untuk  menanggulangi masalah kemiskinan. Mulai dari pemerintah menaikan upah minimum kerja, menyediakan lapangan pekerjaan, memberikan pendidikan gratis, menyediakan tempat tinggal dengan harga terjangkau,  dan secara pribadi masyarakat diminta dapat berperilaku sewajarnya. Tidak menghambur-hamburkan uang, menghilangkan sedikit gengsinya, menabung dan bantuan dari masyarakat sekitar. Kerja sama pemerintah dan masyarakat sangat penting terjalin. Supaya mensukseskan langkah-langkah dalam menanggulangi kemiskinan.

Seharusnya, kemiskinan tidak perlu terjadi di Indonesia. Jika,kita secara pribadi mau menerima dan mensyukuri apa yang kita miliki tanpa membandingkan dan ada perasaan isi di dalamnya. Selain itu, adanya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat sekitar tentang penanggulangan kemiskinan, diharapkan negara Indonesia terbebas dari fenomena kemiskinan.

Tsunami (Kejadian/Fenomena Alam)
Tsunami adalah istilah yang berasal dari bahasa Jepang, terdiri dari dua kata “tsu” dan “nami”, yang masing-masing berarti “pelabuhan” dan “gelombang”. Sedangkan, ilmuwan mengartikannya sebagai “gelombang pasang” (tidal wave) atau gelombang laut akibat gempa (seismic sea waves). Tsunami adalah gelombang laut besar yang datang dengan cepat dan tiba-tiba menerjang kawasan pantai. Gelombang tersebut terbentuk akibat dari aktvitas gempa atau gunung merapi yang meletus di bawah laut. Besarnya gelombang tsunami menyebabkan banjir dan kerusakan ketika menghantam daratan pantai.

Pembentukan tsunami terjadi saat dasar laut permukaannya naik turun di sepanjang patahan selama gempa berlangsung. Patahan tersebut mengakibatkan terganggunya keseimbangan air laut. Patahan yang besar akan menghasilkan tenaga gelombang yang besar pula. Beberapa saat setelah terjadi gempa, air lalu surut. Setelah surut, air laut kembali ke arah daratan dalam bentuk gelombang besar. Selain itu, pembentukan tsunami juga disebabkan oleh letusan gunung merapi di dasar lautan. Letusan tersebut menyebabkan tingginya pergerakan air laut atau perairan disekitarnya. Semakin besar tsunami, makin besar pula banjir atau kerusakan yang terjadi saat menghantam pantai.

Kecepatan gelombang tsunami lebih besar dari gelombang normal pada umumnya, yakni dapat melaju hingga 700 Km/Jam, hampir setara dengan laju pesawat terbang. Kecepatan tersebut akan menurun saat gelombang tsunami memasuki lautan dangkal, tetapi tinggi gelombang justru semakin bertambah. Tinggi gelombang tsunami umumnya 50 sampai 100 meter dan menyebar ke segala arah. Selain itu, ketinggian gelombang tsunami dipengaruhi juga oleh bentuk pantai dan kedalamannya. Gempa bumi di dasar lautan sangat berpotensi untuk menciptakan tsunami yang berbahaya bagi manusia.

Tsunami memang telah menjadi salah satu bencana yang menyebabkan kerusakan besar bagi manusia. Kerusakan terbesar terjadi saat tsunami tersebut menghantam permukiman penduduk sehingga menyeret apa saja yang dilaluinya. Oleh sebab itu, kita harus selalu waspada dan mempersiapkan diri menghadapi bencana ini. Namun, kita tidak perlu terlalu khawatir karena tidak semua tsunami membentuk gelombang besar. Selain itu, tidak semua letusan gunung merapi atau gempa yang terjadi diikuti dengan tsunami.

Subscribe Untuk Mendapatkan Updata Artikel

loading...

0 Response to "Pengertian, Ciri - Ciri dan Struktur Teks Eksplanasi "

Post a Comment