Contoh Teks Diskusi Tentang Lingkungan Hidup "Sampah" Beserta Strukturnya

Contoh Teks Diskusi Tentang Lingkungan Hidup "Sampah" Beserta Strukturnya - Halo para pelajar indonesia sekalian kali admin akan memberikan salah satu contoh dari teks diskusi tentang lingkungan hidup dengan judul "Sampah" dan "Dampak Bahasa Bakar Fosil" beserta strukturnya buat para pelajar dan pembaca sekalian yang mungkin digunakan sebagai referensi untuk tugas mata pelajaran bahasa indonesia. 
Sampah
Sampah merupakan satu hal yang dianggap sangat meresahkan karena memberikan dampak buruk pada lingkungan. Sampah yang menumpuk umumnya dapat menyebabkan berbagai penyakit hingga menyebabkan banjir. Dalam beberapa kasus, cara menanggulangi sampah dianggap menjadi permasalahan yang penting di beberapa daerah tertentu. Sebenarnya pemecahan masalah tentang sampah sudah menjadi perdebatan sejak dulu.

Banyak orang beranggapan bahwa sampah adalah sesuatu yang tidak dibutuhkan lagi, maka dari itu sampah harusnya dimusnahkan dengan cara di bakar. Namun bagi mereka yang mencintai alam, cara ini dianggap bukan sebagai solusi melainkan sebagai sebuah bencana baru. Sampah-sampah yang dibakar akan menghasilakan polusi udara berupa bau yang tidak sedap dan asap pembakaran yang dapat menipiskan lapisan ozon.

Umumnya orang yang mencintai lingkungan akan lebih memilih penyelesaian berupa dekomposting dan daur ulang. Sebagai contoh sampah organik seperti daun kering, batang pohon dan sebagainya dapat dijadikan sebagai pupuk kompos melalui proses dekomposting. Sedangkan sampah non-organik yang memang tidakd dapat mengalami pembusukan dapat dilakukan daur ulang.

Pada dasarnya sampah dapat diolah dan dimanfaatkan kembali. Pengolahan dan penanganan sampah yang ramah lingkungan adalah cara paling tepat dan sesuai untuk menyelesaikan perasalahan sampah yang ada.

Dampak Penggunaan Bahan Bakar Fosil
Baru – baru ini pemerintah mengeluarkan sebuah wacana yaitu mengurangi penggunaan bahan bakar fosil bagi kendaraan – kendaraan pribadi dan proyek. Namun, wacana tersebut mendapatkan berbagai macam reaksi dari kelompok masyarakat, bahkan wacana tersebut menjadi topik terhangat yang selalu muncul di media massa maupun elektronik. Masyarakat telah terbagi menjadi dua sisi dalam menanggapi wacana tersebut. Ada sebagian masyarakat yang setuju dan mendukung wacana ini, tetapi ada juga masyarakat yang tidak setuju mengenai peraturan pengurangan bahan bakar fosil ini.
Masyarakat yang setuju beranggapan bahwa penggunaan bahan bakar fosil merupakan penyebab terjadinya pemanasan global saat ini. Bahan bakar fosil yang digunakan pada kendaraan – kendaraan bermotor mengeluarkan asap – asap hasil pembakaran yang sangat berbahaya, seperti CO2, dan N2. Gas – gas tersebut dilepaskan ke udara dan terkumpul di atas athmosphere bumi sehingga mengikis lapisan ozon yang ada di atas.

Akibatnya, lapisan ozon menjadi berlubang dan sinar matahari akan langsung masuk dan terperangkap di dalam athmosphere bumi. Hal inilah yang menyebabkan pemanasan global tejadi di mana – mana yang mengakibatkan beberapa kerusakan lingkungan seperti mencairnya es di kutub utara, kebakaran hutan, dan masih banyak lagi. Dengan adanya pengurangan ini, orang – orang yang Pro akan wacana tersebut beranggapan bahwa pengurangan bahan bakar fosil akan menyelamatkan lingkungan dari kerusakan yang disebabkan oleh pemanasan global.

Sementara pihak yang tidak setuju berpendapat bahwa pengurangan bahan bakar fosil sangatlah tidak efektif. Hal ini dikarenakan bahan bakar fosil adalah bahan bakar yang paling murah di antara bahan bakar lainnya, seperti listrik, dan gas. Jika penggunaan bahan bakar fosil ini dialihkan dengan bahan bakar lain yang lebih mahal, maka akan berdampak sangat buruk bagi pertumbuhan ekonomi khusunya ekonomi mikro. Para pengusaha kecil tersebut sangat bergantung dengan bahan bakar yang murah ini, dan apabila pemerintah membatasi penggunaannya dengan menaiki harga, maka biaya pengeluaran mereka akan bertambah bahkan akan menjadi bangkrut.

Terlebih lagi dengan dibatasi penggunaannya, semua barang kebutuhan pokok juga akan mengalami kenaikan harga. Hal ini dikarenakan para pengusaha akan menutup biaya produksi dengan cara menaikan harga barang dan jasa yang mereka hasilkan. Akibatnya, masyrakat kecil akan mengalami kesengsaraan dalam memenuhi kebutuhan pokonya. Terlebih lagi pemerintah tidak menyediakan bahan bakar alternatif lain yang lebih murah sehingga mereka merasa wacana ini berat sebelah bagi masyarakat yang kelas ekonominya rendah.

Berdasarkan dari pendapat – pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa wacana pemerintah untuk membatasi penggunaan bahan bakar fosil, khususnya BBM sudah baik, tetapi harus dicarikan alternatif lainnya agar tidak terjadi permasalahan yang timbul seperti yang ditakutkan oleh masyarakat yang kontra.

Subscribe Untuk Mendapatkan Updata Artikel

loading...

0 Response to "Contoh Teks Diskusi Tentang Lingkungan Hidup "Sampah" Beserta Strukturnya"

Post a Comment