Teks Argumentasi (Ciri, Struktur, dan Contoh Teks Argumentasi Singkat) Bahasa Indonesia

belajarmateri.com – Halo para pelajar kali ini admin akan membagikan salah satu materi mata pelajaran bahasa indonesia yaitu Teks Argumentasi lengkap mulai dari pengertian, struktur, tujuan penulisan dan contoh singkat dari teks argumentasi beserta strukturnya. Untuk pembahasan yang pertama yaitu pengertian dari teks ulasan.
Teks Argumentasi (Ciri, Struktur, dan Contoh Teks Argumentasi Singkat) Bahasa Indonesia
Pengertian Teks Argumentasi
Membuat teks argumentasi sama halnya seperti membuat karangan pada umumnya, yaitu hanya ada satu ide pokok kemudian dikembangkan dengan beberapa pikiran penjelas.

Argumentasi berasal dari kata argumen yang berarti alasan. Teks argumentasi artinya karangan yang berisi pendapat atau gagasan seseorang disertai alasan-alasan yang kuat, bukti, dan data yang cukup untuk membahas sesuatu guna mendukung pendapatnya. Teks argumentasi biasanya diakhiri dengan sebuah kesimpulan.

Tujuan Penulisan Teks Argumentasi
Tujuan dari penulisan teks argumentasi adalah sebagai berikut.
a Meyakinkan kepada pembaca mengenai pendapat atau ide yang disampaikan pengarang.
b. Memengaruhi pembaca sehingga pembaca membenarkan atau menyetujui pendapat, sikap, atau gagasan yang disampaikan pengarang.
c. Membuktikan kebenaran kepada pembaca berdasarkan fakta yang ada karena disertai dengan adanya data, bukti, gambar, dan grafik yang meyakinkan.
d. Berakhir dengan sebuah kesimpulan yang meyakinkan pembaca pada uraian sebelumnya.

Struktur Teks Argumentasi
Secara umum teks argumentasi tersusun dari tiga bagian, yaitu bagian pendahuluan, isi/inti, dan penutup.
a. Bagian pendahuluan, berisi pendapat, gagasan, dan ide dari pengarang untuk pembacanya.
b. Bagian isi/inti, berisi alasan-alasan yang disertai dengan data untuk mendukung gagasan penulis.
c. Bagian penutup, berisi kesimpulan dari pengarang tentang uraian yang telah disajikan.
Pola Pengembangan Teks Argumentasi
Pola pengembangan teks argumentasi meliputi berikut ini.
a. Pola pengembangan deduksi, yaitu pengembangan yang diawali dengan mengemukakan simpulan yang bersifat umum menuju ke hal-hal yang bersifat khusus.
b. Pola pengembangan induksi, yaitu pengembangan yang diawali dengan halhal yang bersifat khusus menuju ke umum.
c. Pola pengembangan sebab akibat, yaitu pengembangan yang diawali datadata yang berupa sebab menuju ke arah akibatnya.
d. Pola pengembangan akibat sebab, yaitu pola pengembangan yang diawali dari data-data yang berupa akibat menuju ke awal penyebab.
e. Pola pengembangan perbandingan, yaitu pola pengembangan yang diawali dengan membandingkan dua data atau pendapat yang memiliki kesamaan dan perbedaan. Argumentasi jenis perbandingan tidak memiliki kesimpulan.

Dalam beberapa hal memang terdapat persamaan dan perbedaan antara teks eksposisi, yang telah kita pelajari dahulu, dengan teks argumentasi. Persamaan tersebut antara lain, bahwa kedua jenis teks tersebut sama-sama memerlukan data dan fakta yang meyakinkan. Namun, terdapat pula perbedaan yang mencolok antara keduanya.

Pahamilah persamaan dan perbedaan teks argumentasi dan eksposisi berikut.
1. Persamaan
a. Argumentasi dan ekspositif sama-sama menjelaskan pendapat, gagasan, dan keyakinan pembaca.
b. Argumentasi dan ekspositif sama-sama memerlukan data dan fakta yang diperkuat atau diperjelas dengan angka, peta, grafik, diagram, gambar, dan lain-lain.
c. Argumentasi dan ekspositif sama-sama memerlukan analisis dan sintesis dalam pembahasannya.

2. Perbedaan
a. Tujuan ekpositif menjelaskan dengan menerangkan, sehingga pembaca memperoleh informasi yang sejelas-jelasnya. Argumentasi bertujuan untuk memengaruhi pembaca, sehingga pembaca menyetujui bahwa pendapat, sikap, dan keyakinan penulis benar.
b. Ekspositif menggunakan contoh, grafik, dan lain-lainnya untuk menjelaskan sesuatu yang penulis kemukakan. Argumentasi memberi contoh, grafik, dan lain-lain untuk membuktikan bahwa sesuatu yang penulis kemukakan adalah benar.
c. Penutup pada akhir ekspositif biasanya menegaskan lagi dari sesuatu yang diuraikan sebelumnya. Penutup pada akhir argumentasi biasanya berupa kesimpulan atas sesuatu yang telah diuraikan sebelumnya.

Contoh teks argumentasi 1
Ketua Umum Asosiasi Persekolahan di Rumah dan Pendidikan Alternatif Asah Pena, Seto Mulyadi merasa prihatin. Ia prihatin dengan kondisi anak-anak yang tidak sekolah atau putus sekolah yang semakin meningkat. Puluhan ribu anak di Indonesia putus sekolah. Hal tersebut karena sejumlah alasan, seperti alasan geografis, ekonomis, dan sosial. Mereka harus membantu orang tua secara ekonomi, lokasi sekolah jauh, atau lingkungan yang tidak memungkinkan. Jika permasalahan tersebut tidak segera dicari solusinya, maka masa depan anakanak tersebut akan terancam. Bahkan mungkin jauh tertinggal dengan bangsa lain. Hal itulah yang mendasari bahwa pendidikan alternatif sangat dibutuhkan di Indonesia. Salah satu alternatifnya adalah belajar di rumah dengan mendatangkan guru atau pengajar pada waktu yang telah dijadwalkan. Jadi, anak-anak tidak perlu kesulitan lagi menempuh perjalanan yang jauh atau tidak perlu mengeluarkan banyak biaya dan waktu. Mereka tetap dapat membantu orang tua dan dapat belajar. Untuk itu, dengan sistem sekolah rumah (homeschooling) menjadi model pendidikan masa depan yang pas bagi mereka.

Contoh teks argumentasi 2
Virus flu burung yang mewabah akhir-akhir ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Hal itu terlihat dari banyaknya warga yang mengungsi karena takut tertular penyakit tersebut. Keresahan itu muncul setelah jatuh beberapa korban akibat terjangkit virus, yang banyak menyerang unggas ini. Karena takut tertular, warga lebih memilih meninggalkan kampung halamannya untuk sementara waktu.

Subscribe Untuk Mendapatkan Updata Artikel

loading...

0 Response to "Teks Argumentasi (Ciri, Struktur, dan Contoh Teks Argumentasi Singkat) Bahasa Indonesia"

Post a Comment