Contoh Teks Tanggapan Kritis Tentang Pendidikan Beserta Strukturnya

belajarmateri.com - Halo para pelajar indonesia sekalian kali admin akan memberikan contoh dari tanggapan kritis pendek/singkat tentang pendidikan beserta dengan strukturnya buat para pelajar dan pembaca sekalian yang mungkin digunakan sebagai referensi untuk tugas mata pelajaran bahasa indonesia. Tapi sebelum masuk ke contoh teks tanggapan kritis ini ada baiknya memahami terlebih dahulu materi seputar teks tanggapan kritis mulai dari pengertian, ciri-ciri dan strukturnya yang para pelajar dapat temukan disini. Teks Tanggapan Kritis (Pengertian, Ciri, dan Struktur)


Contoh Teks Tanggapan Kritis Tentang Pendidikan Beserta Strukturnya
Contoh 1
Antara SMA atau SMK
Evaluasi:
Bagi kalian yang sudah menyelesaikan pendidikan di tingkat SMP, mungkin akan mengalami rasa gundah untuk memilih sekolah lanjutan, antara SMA ataupun SMK.
Setiap pilihan memiliki berbagai konsekuensi tertentu yang perlu dipertimbangkan. Memutuskan pilihan antara SMA atau SMK pastinya harus berdasarkan pada faktor yang dianggap penting.

Deskripsi:
Memilih sekolah di SMA akan memudahkan kita untuk melanjutkan ke bangku perkuliahan. Tentunya juga sesuai dengan bidang yang telah kita ambil ketika sekolah di SMA.
Misalnya saja ketika SMA, kita termasuk anak IPS, maka pilihan di perguruan tinggi juga berkaitan dengan ilmu Sosial.

Begitu juga dengan anak IPA dan Bahasa. Sedangkan apabila memilih untuk sekolah SMK, setelah lulus kita bisa langsung mencari pekerjaan yang sesuai dengan jurusan yang kita pelajari di sekolah.
Kemudian apabila dilihat dari segi prakteknya di lapangan. Sekolah SMA lebih menekankan pada teori, jika dibandingkan dengan praktek lapangan.

Kalaupun ada praktek, hal itu hanya terdapat pada mata pelajaran tertentu yang membutuhkan praktek. Sedangkan apabila di SMK, pelajaran yang diberikan lebih fokus pada kegiatan praktek jika dibandingkan teori.

Tidak hanya itu, sebenarnya sekolah di SMK pun juga bila melanjutkan ke perguruan tinggi,hanya saja mata pelajaran yang kita dapat cukup terbatas. Sedangkan untuk SMA memiliki bekal mata.

Penegasan Ulang:
Berdasarkan beberapa pertimbangan di atas bahwa sekolah di SMK bisa langsung bekerja setelah lulus, tetapi juga dapat kuliah. Hanya saja dalam bekal teori yang dimiliki masih terbatas sehingga harus belajar lebih.

Sedangkan sekolah SMA lebih mudah untuk melanjutkan kuliah karena bekal teori ilmu yang di dapat ketika sekolah lebih banyak.

Contoh 2
Pelajar Bermotor
Evaluasi:
Era globalisasi membuat banyak perubahan, termasuk mudahnya berbagai jenis transportasi canggih masuk ke dalam negeri. Hal ini membuat berbagai tren baru muncul di kalangan remaja. Salah satunya, yaitu tren pelajar mengendarai motor ke sekolah. Ada banyak alasan yang membuat pelajar mengendarai motor ke sekolah, padahal mereka tahu itu adalah sebuah pelanggaran.

Deskripsi:
Fenomena pelajar mengendarai motor ke sekolah tidak hanya terjadi di daerah perkotaan, namun juga di desa-desa terpencil. Mereka cenderung ingin selalu tampil up to date agar mereka tidak dikatakan ketinggalan zaman. Alasan yang semakin memperkuat adalah karena orang tua mereka sibuk dengan pekerjaan yang padat. Kesibukan orang tua membuat mereka tidak bisa meluangkan waktunya untuk mengantar dan menjemput anaknya bersekolah.

Dalam tren pelajar mengendarai motor ke sekolah memunculkan berbagai pendapat tentang kelebihan dan kekurangannya. Ada yang berpendapat bahwa berkendara motor sendiri ke sekolah lebih praktis, hemat waktu dan efisien. Siswa tidak perlu menunggu jemputan atau kendaraan umum yang lewat. Selain itu, mereka juga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk tarif kendaraan umum yang mereka tumpangi.

Pendapat lain mengatakan bahwa mengendarai motor ke sekolah dapat melatih kemandirian anak karena siswa bisa langsung berangkat dan pulang sekolah sendiri. Hal ini mengurangi ketergantungan mereka terhadap orang tua. Selain itu, tanggung jawab mereka akan terlatih terhadap motor yang dibawanya.

Namun berbagai anggapan miring mengenai tren ini pun bermunculan. Sebagian besar pelajar yang mengendarai motor merupakan remaja di bawah umur yang belum memiliki SIM sehingga dapat dikatakan mereka melanggar peraturan. Banyak pelajar yang mengendarai motornya dengan ugal-ugalan, terkadang membahayakan pengguna jalan lainnya. Penggunaan motor oleh remaja juga banyak mendukung terjadinya penyimpangan. Penyimpangan ini biasa terjadi pada saat pulang sekolah. Biasanya para pelajar yang mengendarai motor sendiri tidak langsung pulang, tetapi mereka nongkrong terlebih dahulu.

Penegasan Ulang:
Dengan demikian, penggunaan sepeda motor seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan remaja. Para pengendara motor harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Persyaratan tersebut meliputi umur minimal 17 tahun, telah lulus uji mengendarai sepeda motor, dan telah memiliki SIM dan STNK. Pengawasan pelajar yang mengendarai sepeda motor ke sekolah harus maksimal. Pengawasan ini harus dilakukan tidak hanya oleh orang tua, tetapi juga aparat keamanan lalu lintas, masyarakat, juga guru agar hal-hal yang tidak diinginkan dari pelajar yang mengendarai sepeda motor tidak akan terjadi.

Subscribe Untuk Mendapatkan Updata Artikel

loading...

0 Response to "Contoh Teks Tanggapan Kritis Tentang Pendidikan Beserta Strukturnya"

Post a Comment