Pengertian Teks Negosiasi (Ciri, Struktur, Kaidah Kebahasaan, dan Contoh Teks Negosiasi)

belajarmateri.com – Kali ini admin akan membahas materi tentang Teks Negosiasi lengkap mulai dari pengertian, ciri, struktur teks, kaidah kebahasaan serta contoh singkat dari teks negosiasi beserta dengan strukturnya.
Pengertian Teks Negosiasi (Ciri, Struktur, Kaidah Kebahasaan, dan Contoh Teks Negosiasi)
Pengertian Teks Negosiasi 
Teks negosiasi adalah teks yang berisikan salah satu bentuk interaksi sosial antara dua belah pihak atau lebih untuk mencapai sebuah kesepakatan bersama dimana masing-masing pihak merasa menang ( diuntungkan ).

Inti dari negosiasi adalah sebuah komunikasi yang dipergunakan ketika ada perbedaan kebutuhan / kepentingan yang mengakibatkan sebuah pertentangan. Pertentangan tersebut akan dilerai dan dipecahkan dengan sebuah perundingan ( negosiasi ), dimana kedua belah pihak dapat merasa diuntungkan.

Tujuan Teks Negosiasi
  • Untuk menyelesaikan sebuah permasalahan antar pihak yang berkepentingan.
  • Untuk menyatukan berbagai pendapat yang berbeda dari masing-masing pihak.
  • Untuk menemukan jalan tengah atau kondisi penyelesaian dari permasalahan yang sedang dihadapi.
  • Untuk menghindari kerugian dalam sebuah permasalahan.
  • Untuk mencapai kondisi menang atau saling menguntungkan

Ciri-Ciri Teks Negosiasi
Setiap teks pasti memiliki cirinya masing-masing yang membedakan teks tersebut dengan teks lainnya. Dibawah ini merupakan beberapa ciri-ciri dari teks negosiasi yang perlu kamu ketahui :
  • Menentukan solusi dan menjadi sarana penyelesai masalah
  • Menghasilkan kesepakatan atau perjanjian
  • Menghasilkan penyelesaian yang saling menguntungkan kedua belah pihak
  • Memprioritas atau menitikberatkan pada kepentingan bersama
  • Memiliki tujuan praktis, yaitu sebagai media penghasil kesepakatan yang dapat diterima oleh pihak-pihak yang berkepentingan
Baca Juga : Contoh Teks Negosiasi (Jual Beli, Pemecahan Konflik, Bisnis)

Struktur Teks Negosiasi
Struktur Minimal :
  • Judul, inti dari teks yang akan dipaparkan
  • Pembakaan, merupakan bagian awal dari sebuah negosiasi yang biasanya berisi kata salam atau sapa dan juga pengenalan diri.
  • Isi, pada bagian ini terbagi menjadi dua bagian yaitu penyampaian materi dan tawar menawar dan penyelesaian masalah. Penyampaian materi merupakan bagian yang berisi pertanyaan atau pemberitahuan mengenai objek atau permasalahan. Sedangkan tawar-menawar dan penyelesaian masalah adalah bagian dimana kedua belah pihak saling bernegosiasi hingga akhirnya mendapatkan suatu keputusan.
  • Penutup, merupakan bagian akhir akhir dari teks negosiasi.
Struktur Lengkap :
  • Judul, inti dari teks yang akan dipaparkan
  • Orientasi : Merupakan struktur yang dimana menjadi pembuka dari percakapan sebuah negosiasi. Penggunaan kata dalam bagian ini mengarah pada ucupan basa-basi seperti sapaan, salam dan sebagainya.
  • Permintaan : Bagian dalam negosiasi yang umumnya berisikan sebuah pertanyaan mengenai barang atau masalah yang sedang dihadapi.
  • Pemenuhan : Pihak terkait memberitahukan mengenai barang atau permasalahan agar lawan interaksi menjadi lebih paham. Bagian ini juga menjelaskan serta menjawab pertanyaan dari permintaan yang telah diajukan.
  • Penawaran : Inti dari sebuah negosiasi dimana terjadi proses tawar menawar antara kedua belah pihak dengan mengajukan beberapa usulan yang akan menguntungkan. Bagian ini juga menjadi titik kemunculan atauawal mula terbentuknya sebuah kesepakatan.
  • Persetujuan : Hasil dari sebuah penawaran, dimana proses tawar menawar dapat dikatakan berhasil. Dalam tahap ini kedua belah pihak sudah memiliki jalan tengah ( kesepakatan yang disetujui bersama ) dan tentunya saling menguntungkan ( sudah deal  ).
  • Pembelian : Terjadinya transaksi berdasar kesepakatan yang telah disetujui bersama. Contohnya adalah transaksi jual beli antar pihak ( pembeli membayar uang dan penjual memberi dagangannya kepada pembeli 
  • Penutup : Bagian akhir dalam negosiasi yang menandakan bahwa percakapan / perundingan telah selesai. Bagian ini umumnya melibatkan percakapan basa-basi namun memiliki arti. Contohnya adalah “ Senang bekerja sama dengan Anda “, “ Terimakasih telah bekerja sama dengan kami “, dan lain sebagainya.


Kaidah Kebahasaan Teks Negosiasi
Kaidah kebahasaan yang biasanya digunakan dalam teks negosiasi diantaranya:
  • Menggunakan bahasa yang santun.
  • Terdapat ungkapan persuasif (bahasa untuk membujuk).
  • Berisi pasangan tuturan.
  • Kesepakatan yang dihasilkan tidak merugikan dua belah pihak.
  • Bersifat memerintah dan memenuhi perintah.
  • Tidak berargumen dalam 1 waktu.
  • Didasari argumen yang kuat disertai fakta.
  • Minta alasan dari pihak mitra negosiasi (mengapa ya/tidak).
  • Jangan menyela argumen.
Setelah memahami penjelasan singkat diatas simaklah contoh dari teks negosiasi beserta dengan strukturnya

Contoh Teks Negosiasi Jual Beli

Penjual Dan Pembeli
Penjual : Mari, sini, Kak, lihat-lihat dulu! Di sini murah-murah. Silakan, mau cari apa?
Pembeli : Ada HP Leknopo tipe S939, tidak?
Penjual : Ada, Kak.
Pembeli : Berapa harganya?
Penjual : 2, 9 juta, Kak.
Pembeli : Wah, kok mahal sekali? Di internet, saya lihat harganya 2, 5 juta.
Penjual : Harga segitu saya gak bisa balik modal, Kak.
Pembeli : Turunin lagi boleh ya? 2, 6 bagaimana?
Penjual : Belum boleh, Kak. Tipe ini baru keluar. Dua juta delapan ratus lima puluh deh.
Pembeli : Wah, cuma turun lima puluh? Dua juta tujuh ratus, bagaimana, Mbak.
Penjual : Waduh, masih rugi, Kak. Begini deh, Kak, Dua juta tujuh ratus lima puluh. Itu sudah murah, lho, kak.
Pembeli : Hmm…tapi gratis lapisan antigores, ya?
Penjual : Ya… boleh lah… dua juta tujuh ratus lima puluh gratis antigores.
Pembeli : Baik, ini uangnya.
Penjual : Ini barangnya, kak. Silahkan diperiksa terlebih dahulu. Garansi toko tiga bulan ya, Kak.
Pembeli : Ya. Terima kasih ya.
Penjual : Sama-sama. Silahkan datang lagi!

Struktur Teks
Judul : Penjual Dan Pembeli

Orientasi
Penjual : Mari, sini, Kak, lihat-lihat dulu! Di sini murah-murah. Silakan, mau cari apa?

Permintaan
Pembeli : Ada HP Leknopo tipe S939, tidak?

Pemenuhan
Penjual : Ada, Kak.
Pembeli : Berapa harganya?
Penjual : 2, 9 juta, Kak.

Penawaran 
Pembeli : Wah, kok mahal sekali? Di internet, saya lihat harganya 2, 5 juta.
Penjual : Harga segitu saya gak bisa balik modal, Kak.
Pembeli : Turunin lagi boleh ya? 2, 6 bagaimana?
Penjual : Belum boleh, Kak. Tipe ini baru keluar. Dua juta delapan ratus lima puluh deh.
Pembeli : Wah, cuma turun lima puluh? Dua juta tujuh ratus, bagaimana, Mbak.
Penjual : Waduh, masih rugi, Kak. Begini deh, Kak, Dua juta tujuh ratus lima puluh. Itu sudah murah, lho, kak.

Persetujuan
Pembeli : Hmm…tapi gratis lapisan antigores, ya?
Penjual : Ya… boleh lah… dua juta tujuh ratus lima puluh gratis antigores.

Pembelian
Pembeli : Baik, ini uangnya.
Penjual : Ini barangnya, kak. Silahkan diperiksa terlebih dahulu. Garansi toko tiga bulan ya, Kak.

Penutupan
Pembeli : Ya. Terima kasih ya.

Penjual : Sama-sama. Silahkan datang lagi!

Subscribe Untuk Mendapatkan Updata Artikel

loading...

0 Response to "Pengertian Teks Negosiasi (Ciri, Struktur, Kaidah Kebahasaan, dan Contoh Teks Negosiasi)"

Post a Comment