Contoh Teks Anekdot Sosial Singkat Bahasa Indonesia

Berikut ini merupakan beberapa contoh teks anekdot dengan tema sosial mata pelajaran bahasa indonesia. Teks anekdot sosial biasanya berisi singgungan/kritikan lucu tentang keadaan masyarakat/sosial disekitar kita.

Contoh Teks Anekdot Sosial

Damai Itu Rp200.000 
Di suatu perempatan jalan, Jono yang mengendarai motornya dengan kecepatan dahsyat menerobos lampu merah begitu saja. Tiba-tiba terdengar suara sirine, dan Jono dikagetkan dengan berhentinya motor polisi di depannya. “Turun! Turun!” kata polisi dengan garangnya. “Ada apa ini Pak?” balas Jono. “Kamu telah melanggar UU lalu lintas!” “Apa aja pak?” “Menerobos lampu merah, mengendarai motor dengan kecepatan tinggi, tidak pake helm, bawa STNK gak kamu?!” “Wah, ketinggalan tuh pak.... Hehehehee..” “Ini harus diurus!” “Wah, damai lah ya pak, kebetulan saya punya uang Rp50.000, buat bapak aja beli nasi padang,” “Apa-apaan ini? NGGAK!” “Rp100.000 deh pak,” “NGGAK! NGGAK!” “Yaudah Rp200.000 deh pak,” “Boleh-boleh.” Jono pun di persilahkan untuk meneruskan perjalanannya.

Perbedaan Etika Makan 3 Negara
Musim semi telah tiba, salah seorang warga Indonesia sedang menikmati liburannya di Amsterdam. Hari pertama liburan dia berjalan-jalan menyusuri jalanan Amsterdam. Waktu menunjukkan makan siang, dia segera menuju ke salah satu Retaurant ternama di sana. Pada saat yang sama terdapat dua orang berasal dari Australia dan Rusia yang juga sedang makan siang di Restaurant tersebut.

Karena tempat duduk mereka saling berdekatan, mereka melakukan perbincangan. Perbedaan bahasa dari tiap Negara menyulitkan mereka untuk berkomunikasi, sehingga mereka menggunakan bahasa internasional yaitu bahasa Inggris dalam perbincangan mereka.

Beberapa menit kemudian, makanan pesanan mereka datang. Setelah menghabiskan makanan mereka masing-masing, mereka meletakkan  sendok dan garpu di atas piring masing-masing. Ternyata cara meletakkan sendok dan garpu mereka terdapat perbedaan.

Orang Australia meletakkan sendok dan garpu di atas piring dengan posisi tengkurap dan menyilang. Menunjukkan bahwa penduduk Australia memiliki jiwa kesatuan dan persatuan yang tinggi. Rasa keperdulian antar sesama pun dijunjung tinggi.

Orang Rusia meletakkan sendok dan garpu di atas piring dengan posisi tengkurap dan berjajar. Menunjukkan bahwa penduduk Rusia memiliki kedudukan yang sama antar satu dengan yang lain.

Dan yang terakhir adalah orang Indonesia, meletakkan sendok dan garpu di atas piring dengan posisi terlentang (terbuka) yang menunjukkan bahwa orang Indonesia tersebut ingin menambah porsi makanan lagi.   

Rokok
Di pagi hari, Andi berjalan menuju halte, dimana orang-orang ingin mununggu bus untuk pergi ke tempat kerjanya. Setelah sampai di halte, dia bertanya kepada seorang buruh pabrik yang sedang menunggu Bus Kopaja sambil merokok. Lalu Andi memulai percakapan, “Haduh, tebal dan jorok sekali asap  Bus Mayasari Bakti.” Lalu buruh pabrik itu merespon peryataan Andi, “Iya nih.. asap Kopaja juga tebal.” Lalu Andi membalas, “Bagaimana tanggapan anda jika melihat orang yang menyebabkan polusi lebih dari asap bus itu?” Buruh pabrik itu menjawab, “Hajar aja tuh orang.” Lalu Andi menghajar buruh pabrik itu. Setelah menghajar orang tersebut, Andi memberikan brosur kepada buruh itu.

Lalu Andi berjalan tidak jauh dari halte itu, dan menemukan seseorang karyawan swasta yang sedang merokok dan sedang menunggu bis juga. Maka Andi memulai percakapan dengan orang tersebut, “Haduh, tebal sekali asap kendaraan di Jakarta ini, padahal  kendaraan di Jakarta sudah diwajibkan melakukan uji emisi.” Lalu karawan swasta tersebut merespon, “Iya nih, pantas saja terjadi Global Warming .” Andi pun bertanya kembali kepada orang tersebut, “Bagaimana respon anda terhadap orang yang menyebabkan polusi lebih dari kendaraan?” Sang karyawan swasta pun menjawab, “Kalau penyebabnya pabrik, bakar aja. Kalau penyebabnya manusia tampar aja biar dia sadar.” Lalu Andi menampari orang tersebut, dan member brosur kepada orang tersebut. Rupanya brosur tersebut berisi: “ASAP ROKOK MENGANDUNG POLUTAN 10 KALI DARI MESIN DIESEL”


Hukuman bagi Pencuri Sendal
Pada suatu sore, Bejo sedang asik memakan soto di warung makan favoritnya. Dengan lahap Bejo memakan soto bakso tersebut mangkuk demi mangkuk, sehingga kalau diibaratkan obat, Bejo telah overdosis.
Seusai kenyang karena makan bakso, Bejo dengan perut menggelembung bergegas pulang. Ditengah perjalanan bejo mengalami kecelakaan. Untunglah, kecelakaan tersebut tidak melukai Bejo, namun apesnya, kecelakaan itu memakan korban yaitu sandal bejo.
Dengan terpaksa Bejo berjalan tanpa alas kaki. Sangat sakit rasanya kaki Bejo bila harus berjalan tanpa alas kaki. Deritanya bertambah karena kenyataan rumahnya masih jauh. Akhirnya Bejo memilih pergi ke toko terdekat untuk membeli sandal, namun apa daya, uangnya hanya sisa 500 rupiah.
Dengan wajah berasap, Bejo pulang dengan tangan hampa, ia sadar, setelah pergi ke toko untuk membeli sendal, jaraknya ke rumahnya semakin jauh. “Duh, kalau begini kakiku bisa jadi ceker ayam!”
Mendadak Bejo mempunyai ide. Ia berniat untuk mencuri sendal di masjid, Bejo hendak mengambil sendal terbaik di masjid saat itu. Sambil menguntit ia memastikan setiap orang sedang beribadah, jadi ketika mereka sibuk beribadah.
Ternyata rencananya berjalan mulus, ia berhasil mendapatkan sandal berwarna ungu – sandal terbaik di masjid itu. Bergaya seolah ia pemilik sandal itu, ia langsung menggunakan sandal itu.
Tidak diduga pemilik aslinya sadar bahwa Bejo telah mencuri sandalnya, “Woi, maling, maling sendal!” Teriak pemilik sendal tersebut. Seperti ibu-ibu yang mengejar diskon 50%, pemilik sandal tersebut lari mengejar Bejo. Terjadilah kejar-kejaran, apes sekali Bejo, perut Bejo yang buncit membuatnya mudah tertangkap.
Tidak diduga bagi Bejo, bahwa pemilik sendal tersebut melaporkan tindakan Bejo ke polisi.
“Kenapa kamu mencuri sendal?” Tanya polisi. “ Saya... tidak punya uang untuk membeli sendal” Sahut Bejo. “Baiklah, kamu akan saya bawa ke pengadilan” Sial sekali bagi Bejo, hal sepele seperti ini membuatnya harus terseret ke meja hijau. “Baiklah, Bejo, umur 20 tahun, telah terbukti mencuri sendal seharga 30.000 rupiah. Dengan ini Bejo dihukum 5 tahun penjara.” Jelas hakim. “Lho?! Pak, ini tidak adil, mengapa masa hukuman saya lebih banyak daripada koruptor?” kata Bejo. “...Ya tentu lah, kamu mencuri sendal sehingga merugikan seseorang 30.000 rupiah. Kalau koruptor mencuri uang 2 miliar sehingga merugikan 200 juta rakyat Indonesia, nah kalau dihitung koruptor hanya merugikan 50 perak tiap orang”
"$#$&!@" mendadak pikiran Bejo konslet.

Putung Rokok
Singapore termasuk salah satu Negara yang bersih, bagi sesiapa yang membuang sampah sembarangan bisa didenda, termasuk puntung rokok sekalipun. Suatu ketika si Jeki sedang berlibur, tapi nampaknya ia tak tahu akan adanya aturan itu, ia merokok sendirian samabil duduk di bangku. Oleh sebab rokok sudah hamper habis dibuanglah begitu saja dan persis jatuh di sisi kaki kanannya. Tampa disangka tanpa dinyana, tiba tiba datang petugas:
Petugas : Tahukah anda, bahwa anda telah melakukan pelanggaran?!!. Tegasnya;
Azam : Tidak tahu, apa gerangan yang telah saya perbuat?!!
Petugas : Anda telah membuang sampah sembarangan, yaitu puntung rokok!!. Tegasnya lagi;
Azam : Dengan sigap ia menjawab, ‘oh…, maaf terjatuh…, dan lalu diambilnya puntung rokok itu serta langsung dihisapnya lagi….
Petugas : ??!!!!!




Subscribe Untuk Mendapatkan Updata Artikel

loading...

0 Response to "Contoh Teks Anekdot Sosial Singkat Bahasa Indonesia"

Post a Comment