Sucker Rod Pump (Pompa Angguk) Serta Keuntungan dan Kerugiannya

Sucker rod pump (SRP) adalah pompa yang paling umum digunakan di dunia perminyakan karena relatif murah dan mudah pengoperasiannya. Prinsipnya mengangkat fluida dengan energi dari prime mover permukaan yang ditransfer ke subsurface pump yang diletakkan di dalam sumur. SRP dikelompokkan berdasarkan lokasi Counterbalance yaitu :
a. Crank Balanced - Conventional dan Front Mount Mark (Mark II)
b. Beam Balanced – Conventional
c. Air Balanced – Front Mounted
d. Non Beam Pumping Unit

Conventional (Kiri) dan Air Balanced (Kanan) Pumping Unit

Mark II Pumping Unit

SRP diaplikasikan pada sumur dengan laju produksi dari yang sangat rendah sampai menengah (< 2000 bpd), 320 m3/hari). Pada dasarnya pompa sucker rod terdiri dari 3 komponen yaitu bottom hole pump, rod string, dan pumping unit. 
Komponen sucker rod pump terdiri dari :
1.Mesin, merupakan penggerak mula dengan jenis mesin gas, diesel, dan listrik.

2.Peralatan permukaan, meneruskan energi dari mesin ke alat bawah permukaan, yaitu merubah gerak putar menjadi gerak naik-turun pada rod, dan kecepatan RPM mesin harus disesuaikan dengan kecepatan pompa menggunakan gear reducer. Peralatan permukaan antara lain :
a. Horse head
b. Walking beam
c. Gear Reducer
d. Prime Mover
e. Polished rod

3.Peralatan bawah permukaan, pada gerak plunger ke bawah standing valve tertutup, travelling valve terbuka, fluida masuk dari barrel ke plunger. Pada gerak ke atas standing valve terbuka karena efek hisap, dan travelling valve tertutup akibat beban fluida diatasnya. Peralatan bawah permukaan ada 2 macam pompa, yaitu :
a.Tubing Pump, working barrel melekat pada tubing dan harus dipasang dengan tubing.
b.Rod Pump, working barrel dan plunger dapat diangkat dari rod-nya saja tanpa mengangkat tubing.
c.Sucker Rod (batang pompa), panjang sucker rod umumnya 25 ft dengan diameter 5/8 - 1 1/8 inch. Terdapat 2 jenis grade steel sucker rod, yaitu :
- Grade C dengan tensile strength 90.000 psi, digunakan untuk sumur dangkal.
- Grade D dengan tensile strength 115.000 psi, digunakan untuk sumur dalam.

Dalam operasi sucker rod pump terdapat beberapa alat yang digunakan untuk mencatat / merekam beban rangkaian pipa sepanjang siklus pemompaan diantaranya yaitu :
-Dynamometer, alat yang digunakan untuk mengukur dan merekam beban pada bagian atas rangkaian pipa sepanjang siklus pemompaan.
-Dynagraph, rekaman beban pada bagian atas rangkaian pipa sepanjang siklus pemompaan.
-Pump card, gambaran beban pada pompa (hasil perhitungan dari gambar dynagraph) selama berlangsung gerakan pompa sepanjang satu siklus pemompaan.

Keuntungan sucker rod pump adalah :
1. Design sistem relatif sederhana
2. Efisien, sederhana dan mudah untuk dioperasikan
3. Dapat memompa sumur untuk tekanan yang rendah
4. Dapat melakukan pengangkatan untuk temperatur tinggi dan fluida viscous
5. Mempunyai pompa dengan dua valve yang memompa pada upstroke dan downstroke
6. Dapat menggunakan gas atau electric sebagai sumber tenaga
7. Penanganan problem korosi dan scale dapat dilakukan dengan mudah
8. Tersedia dalam berbagai ukuran
9. Sesuai untuk lubang sumur yang kecil dan multiple completion.

Sedangkan kerugian sucker rod pump adalah :
1. Tidak dapat digunakan untuk lubang sumur yang miring
2. Tidak ekonomis untuk sumur-sumur yang berproduksi besar
3. Sucker rod mempunyai keterbatasan untuk sumur yang dalam
4. Tidak dapat digunakan pada offshore operation
5. Keterbatasan downhole pump design pada diameter casing yang kecil
6. Production solids yang tinggi dapat menyebabkan permasalahan.


Subscribe Untuk Mendapatkan Updata Artikel

loading...

0 Response to "Sucker Rod Pump (Pompa Angguk) Serta Keuntungan dan Kerugiannya"

Post a Comment