Salah Satu Alasan Mengapa Babi di Haramkan

Babi ? Ya babi merupakan salah satu makanan yang diharamkan dalam agama islam, banyak dijelaskan tentang larangan memakan daging babi dalam Al-quran, salah satunya pada surah al ma’idah yang artinya “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala . . . .”(Q.S. al-Ma‘idah [5]: 3)
Menurut Dr. Muhammad Abdul Khair dalam bukunya Ijtihadu fi at-Tafsir al-Qur’an al-Karim menjelaskan bahwa daging babi mengandung benih-benih cacing pita dan cacing trachenea lolipia. Cacing-cacing ini akan berpindah kepada manusia yang mengonsumsi daging babi.

Dibawah ini merupakan jawaban seorang syeikh tentang mengapa babi diharamkan dalam umat islam.

Babi
Suatu saat Syeikh Muhammad Abduh, seorang pembaharu Islam, berkunjung ke Prancis. Ketika itu ia ditanya oleh para ilmuwan, ”Mengapa Islam mengharamkan daging babi?” Belum sempat Syeikh menjawab, mereka malah mencemooh, ”Kalian (umat Islam) mengatakan bahwa babi haram karena makan sampah yang mengandung cacing pita, mikroba, dan bakteri lainnya. Hal itu sekarang sudah tidak ada. Oleh karena babi diternak dalam peternakan modern, dengan kebersihan terjamin, dan proses sterilisasi yang mencukupi. Bagaimana mungkin babi-babi itu terjangkit cacing pita atau bakteri lainnya?”

Syeikh Muhammad Abduh tidak langsung menjawab pertanyaan itu. Dengan kecerdikannya ia meminta mereka untuk menghadirkan dua ekor ayam jantan beserta satu ayam betina, dan dua ekor babi jantan beserta satu babi betina. Mengetahui hal itu, mereka bertanya, ”Untuk apa semua ini?” Syeikh menjawab, ”Penuhi apa yang saya minta, akan saya perlihatkan suatu rahasia.” Mereka memenuhi apa yang Syeikh minta.


Selanjutnya, Syeikh memerintahkan agar melepas dua ekor ayam jantan bersama satu ekor ayam betina dalam satu kandang. Kedua ayam jantan itu berkelahi untuk mendapatkan ayam betina bagi dirinya sendiri, hingga salah satu dari keduanya hampir tewas.


Syeikh lalu memerintahkan agar mengurung kedua ayam tersebut. Setelah itu, Syeikh memerintahkan mereka untuk melepas dua ekor babi jantan bersama dengan satu babi betina. Kali ini mereka menyaksikan keanehan.


Babi jantan yang satu membantu temannya sesama jantan untuk melaksanakan hajat seksualnya, tanpa rasa cemburu, tanpa harga diri atau keinginan untuk menjaga babi betina dari temannya.

Selanjutnya Syeikh berkata, ”Suadara-saudara, daging babi membunuh ’ghirah’ orang yang memakannya. Itulah yang terjadi pada kalian. Seorang lelaki dari kalian melihat istrinya bersama lelaki lain, dan membiarkannya tanpa rasa cemburu. Seorang bapak di antara kalian melihat anak perempuannya bersama lelaki asing, dan kalian membiarkannya tanpa rasa cemburu dan was-was, karena daging babi itu menularkan sifat-sifatnya pada orang yang mengonsumsinya.”
Mendengar penjelasan dari Syeikh Muhammad Abduh ini, para ilmuwan Prancis hanya bisa terdiam dan menundukkan kepala dalam-dalam.

Subscribe Untuk Mendapatkan Updata Artikel

loading...

0 Response to "Salah Satu Alasan Mengapa Babi di Haramkan"

Post a Comment