Progressing Cavity Pump (PCP) Serta Keuntungan dan Kerugiannya

Progressing Cavity Pump (PCP) adalah metode yang menerapkan prinsip progressing cavity yang didesain secara tepat untuk diaplikasikan dalam berbagai kondisi. Pompa ini mampu memompa dengan laju alir 2 sampai 2000 BPD, kedalaman setting pompa sampai 4000 ft, dapat mengangkat minyak dengan oil gravity dari 5 – 50 API. Prinsip pengoperasian progressing cavity yaitu menurunkan emulsifikasi dan menghilangkan rod drop yang disebabkan oleh minyak berat.

PCP memiliki keuntungan yaitu :
1.Mampu memproduksikan fluida yang viskositasnya tinggi
2.Mampu memproduksikan fluida yang banyak mengandung padatan /pasir tetapi tahan terhadap abrasi
3.Toleran terhadap adanya kandungan gas bebas
4.Tidak punya katup balik (bagian yang bergerak dimana dapat menyebabkan macet/aus)
5.Harganya relatif murah dan rendah pemakaian energi listriknya
6.Rendah internal shear ratenya (kecil kemungkinan terjadi emulsi akibat agitasi)
7.Instalasi dan operasinya sederhana
8.Mudah perawatan dan pemeliharaannya.

Disamping itu PCP juga memiliki kerugian yaitu :
1.Batas laju produksi maksimum (3150 bpd atau 500 m3/day)
2.Kedalaman maksimum (6550 ft atau 2000 m)
3.Temperatur maksimum (2000 F)
4.Efisiensi akan berkurang jika sumur produksi banyak mengandung gas
5.Pada rod string tidak terdapat tempat untuk mengatasi problem parafin
6.Pump stator akan cenderung rusak jika tidak ada fluida yang dipompakan
7.Masih memerlukan cabut tubing (work over) saat mengganti pompa pada tubular PCP
8.Untuk kecepatan tinggi dapat menimbulkan getaran pada rod string, maka diperlukan tubing anchor dan stabilizer.
Progressiing Cavity Pump
Skematik Progressing Cavity Pump

Subscribe Untuk Mendapatkan Updata Artikel

loading...

0 Response to "Progressing Cavity Pump (PCP) Serta Keuntungan dan Kerugiannya"

Post a Comment