Penjelasan Sifat Fisik Fluida Reservoir

Sifat fisik fluida reservoir adalah sifat sifat yang terkandung dalam fluida direservoir baik itu gas,minyak, dan air. Adapun sifat fisik tersebut sebagai berikut :

1. Densitas Minyak  dan SG
Densitas minyak atau berat jenis didefinisikan sebagai perbandingan berat minyak (lb) terhadap volume minyak (cuft). 

Sedangkan specific gravity minyak (γo) didefinisikan sebagai perbandingan densitas minyak terhadap densitas air. Hubungan gravity minyak dan API dinyatakan sebagai berikut :
Densitas Minyak                        

Beberapa istilah untuk minyak mentah berdasarkan API:
  • Minyak berat, berkisar antara 10-20 API
  • Minyak sedang, berkisar antara 20-30 API
  • Minyak ringan, berkisar diatas 30 API
2. Viscositas minyak
Viskositas didefinisikan sebagai ketahanan internal suatu fluida untuk mengalir. 
Viscositas minyak
Bila tekanan reservoir mula-mula lebih besar dari tekanan gelembung(bubble point pressure) maka penurunan tekanan akan mengecilkan viscositas minyak (µo). Setelah mencapai Pb penurunan tekanan selanjutnya akan menaikkan harga (µo). 
Dengan semakin naiknya temperatur reservoir akan menurunkan harga (µo). 

3. Faktor volume formasi minyak (Bo)
Faktor volume formasi minyak (Bo) didefinisikan sebagai volume dalam bbl reservoir yang ditempati oleh satu stock tank barrel minyak di permukaan bersama-sama dengan gas yang terlarut di dalamnya. Harga Bo selalu lebih besar dari satu karena adanya pengembangan gas terlarut.

Hubungan Bo vs P
Faktor volume formasi minyak (Bo)
  • Pada gambar diatas terlihat dengan turunnya Po maka gas akan keluar dari larutan sehingga volume minyak berkurang dan harga Bo menjadi turun. Bila tekanan turun sampai satu atmosfer dan temperatur 600F maka harga Bo akan mendekati satu.
  • Sedangkan untuk minyak mentah tak jenuh pada penurunan tekanan dari Pi sampai tekanan saturasi atau tekanan gelembung Pb didapatkan faktor volume formasi yang maksimal akibat pengembangan minyak.
  • Penurunan tekanan selanjutnya akan menyebabkan harga Bo menjadi turun, hal ini disebabkan oleh semakin banyaknya gas yang terbebaskan selama terjadinya penurunan tekanan reservoir pada saat proses produksi berlangsung.
4. Kelarutan gas dalam minyak
Kelarutan gas dalam minyak (Rs) didefinisikan sebagai banyaknya SCF gas yang terlarut dalam 1 STB pada kondisi standar 14,7 psia dan 60OF, ketika minyak dan gas masih berada dalam tekanan dan temperatur reservoir.

Hubungan Rs dgn P
Kelarutan gas dalam minyak
Bila temperatur dianggap tetap maka Rs akan naik bila tekanan naik, kecuali jika tekanan gelembung telah terlewati, maka harga Rs akan konstan untuk minyak tidak  jenuh 

Faktor yang mempengaruhi kelarutas gas
  1. Tekanan Reservoir, Jika tekanan dianggap tetap maka Rs akan turun jika temperatur naik
  2. Temperatur Reservoir, Bila temperatur dianggap tetap maka Rs akan naik bila tekanan naik, kecuali jika tekanan gelembung telah terlewati, maka harga Rs akan konstan untuk minyak tidak  jenuh 
  3. Komposisi Gas, Pada tekanan dan temperatur tertentu Rs akan berkurang dengan naiknya berat jenis gas.
  4. Komposisi Minyak, Pada temperatur dan tekanan tertentu Rs akan naik dengan turunnya berat jenis minyak atau naiknya API.
5. Compresibilitas oil
Kompresibilitas minyak didefinisikan sebagai perubahan volume minyak persatuan volume karena adanya perubahan persatuan tekanan.
Kompresibilitas minyak dalam bentuk matematis dinyatakan sebagai berikut:
Compresibilitas oil






Subscribe Untuk Mendapatkan Updata Artikel

loading...

0 Response to "Penjelasan Sifat Fisik Fluida Reservoir"

Post a Comment