Pengertian Water Influx Dalam Perminyakan

Jika reservoir berhubungan dengan aquifer (aqua = water, ferre = to bear, bearing) maka reservoir tersebut akan mendapat tambahan tekanan (pressure support) karena adanya water influx dari aquifer. Water influx adalah reaksi (respons) aquifer terhadap penurunan tekanan di reservoir karena reservoir diproduksikan. Reaksi aquifer tersebut dapat berupa :
  • Ekspansi air dalam aquifer
  • Kompresibilitas batuan aquifer
  • Pengurangan volume pori batuan aquifer
  • Aliran artesis (jika puncak aquifer berada di atas reservoir atau berhubungan dengan outcrop)
  • Ekspansi akumulasi hidrokarbon di aquifer yang tidak diketahui.
Besar kecilnya pressure support dari aquifer tergantung pada : 
  • Ukuran aquifer
  • Bentuk aquifer
  • Permeabilitas batuan di zona aquifer.
Oleh karena itu, besar-kecilnya pressure support dan jumlah water influx akan mempunyai tingkat (kekuatan) yang berbeda-beda untuk berbagai sistem reservoir-aquifer. Perbedaan tersebut dinyatakan oleh besaran yang disebut dengan konstanta aquifer yang dalam hal ini seringkali dinyatakan sebagai strength of aquifer.
  
Dengan demikian, jika reservoir berhubungan dengan aquifer, maka untuk dapat meramalkan kinerja reservoir tersebut perlu menghitung jumlah water influx. Namun, umumnya perhitungan ini seringkali sulit karena pada umumnya hanya sedikit informasi dan data yang berkaitan dengan karakteristik aquifer yang diketahui. Padahal, laju water influx tersebut akan tergantung pada besar pressure drop, interval waktu, volume aquifer, dan sifat fisik batuan dan fluida. Dengan kata lain, perhitungan jumlah water influx tersebut bersifat tidak pasti karena sifat fisik aquifer (ukuran, bentuk, porositas, permeabilitas) tidak diukur secara langsung, dalam hal ini tidak ada sumur yang sengaja menembus aquifer. Metode yang tersedia pada saat ini umumnya mendasarkan diri pada data atau sejarah produksi dengan asumsi karakteristik aquifer diketahui. Namun, pada kenyataannya asumsi tersebut juga seringkali tidak dapat dipenuhi (karakteristik aquifer tidak diketahui secara pasti).
Terdapat 5 (lima) model yang dapat digunakan untuk menghitung water influx, yaitu :

  1. Model material balance 
  2. Model steady-state (Schilthuis)
  3. Model unsteady-state {(Edge water drive model (van Everdingen-Hurst), Bottom water drive model (Coats dan Allard-Chen),Unsteady tanpa superposisi (Carter-Tracy
  4. Model pseudo-steady state (Fetkovich)}
  5. Model empirik, yaitu dengan menggunakan metode perhitungan FCM untuk menghitung integral konvolusi yang dikandung suatu model aquifer (Leung). 
Model yang paling penting dan secara analitik yang paling benar adalah solusi analitik terhadap persamaan difusivitas yang dikembangkan oleh van Everdingen-Hurst. Selain model yang dikembangkan oleh van Everdingen-Hurst, model-model lainnya dikembangkan dengan kasus yang khusus atau pendekatan. Model Carter-Tracy dan Fetkovich, misalnya, adalah cara pendekatan supaya tidak menggunakan prinsip superposisi untuk menghitung penurunan tekanan yang seringkali tidak sederhana. Akan tetapi, hasil yang diperoleh oleh kedua metode tersebut umumnya sangat dekat dengan hasil dari model van Everdingen-Hurst.

Subscribe Untuk Mendapatkan Updata Artikel

loading...

0 Response to "Pengertian Water Influx Dalam Perminyakan"

Post a Comment