Pengertian Produktivity Index (PI) Dalam Perminyakan

Produktivity Index adalah suatu indeks atau derajat pengukuran kemampuan produksi suatu sumur yang didefinisikan sebagai perbandingan antara rate produksi terhadap tekanan draw down, dinyatakan dalam stock tank barrel per day.

Secara khusus, PI didasarkan pada gross liquid production, tapi ada juga yang  berdasarkan dengan rate produksi minyak (qo). Secara matematis bentuknya dapat dituliskan sebagai berikut :
Rumus PI
dimana :
q =  gross liquid rate, STB/day
Ps =  tekanan statik reservoir, psi
Pwf =  tekanan aliran di dasar sumur, psi
(Ps-Pwf)   =  draw-down, psi

Besaran-besaran tersebut bisa diukur dengan beberapa cara, dimana laju produksi (q) bisa diukur di tanki permukaan, atau pada separator di unit flow-meter. Tekanan reservoir (Ps) dapat ditentukan dengan alat pengukur tekanan bawah permukaan (subsurface pressure gauge), setelah periode ditutupnya sumur dalam waktu tertentu, atau dengan metode PBU (Pressure Built up).

Dengan pengukuran ini ialah sumur diproduksikan dengan rate konstan selama selang waktu Δt, kemudian penambahan tekanan yang terjadi diukur sebagai fungsi waktu. Dengan memakai persamaan Horner untuk unit lapangan, diplot  dalam kertas semi log, antara tekanan versus (t + Δt)/Δt.
Kurva yang diperoleh akan membentuk garis lurus, kemudian dilakukan ekstrapolasi pada harga (t + Δt)/Δt = 1, hasil yang didapat akan merupakan tekanan statik reservoir.
Untuk mengukur besaran tekanan aliran dasar sumur (Pwf) dapat dilakukan secara langsung dengan menurunkan pressure bomb. Setelah sumur ditutup untuk mendapatkan tekanan statik reservoir, kemudian sumur dibuka pada ukuran choke tertentu, laju produksi yang didapat dicatat sebagai fungsi waktu.
Kemudian setelah rate produksi konstan, waktu dicatat, juga tekanannya, maka dibuat hubungan antara rate produksi, tekanan yang dicatat presure bomb, dengan waktu. Hal ini diulang untuk beberapa rate produksi (3 atau 4 macam harga ) yang berbeda. Dengan demikian pada rate tertentu akan diperoleh harga tekanan aliran dasar sumur yang tertentu pula.

Pada beberapa sumur harga Productivity Index akan tetap konstan untuk laju aliran yang bervariasi, tetapi pada sumur lainnya untuk laju aliran yang lebih besar productivity index tidak lagi linier tetapi justru menurun, hal tersebut disebabkan karena timbulnya aliran turbulensi sebagai akibat bertambahnya laju produksi, berkurangnya laju produksi, berkurangnya permeabilitas terhadap minyak oleh karena terbentuknya gas bebas sebagai akibat turunnya tekanan pada lubang bor, kemudian dengan turunnya tekanan dibawah tekanan jenuh maka viskositas akan bertambah (sebagai akibat terbebasnya gas dari larutan) dan atau berkurangnya permeabilitas akibat adanya kompresibilitas batuan.

Dalam praktek di lapangan laju produksi minyak yang melewati batas maksimum akan merugikan reservoir dikemudian hari, karena akan mengakibatkan terjadinya water atau gas coning dan kerusakan formasi (formation demage). Berdasarkan pengalamannya, Kermit E. Brown (1967) telah mencoba memberikan batasan terhadap besarnya produktivitas sumur, yaitu sebagai berikut:

PI rendah jika besarnya kurang dari 0.5
PI sedang jika besarnya berkisar antara 0.5 sampai 1.5
PI tinggi jika lebih dari 1.5

Subscribe Untuk Mendapatkan Updata Artikel

loading...

0 Response to "Pengertian Produktivity Index (PI) Dalam Perminyakan"

Post a Comment