Mekanisme Pendorong Water Drive

Mekanisme Pendorong Reservoir adalah tenaga pendorong alami yang telah ada didalam reservoir yang dimana tenaga pendorong ini akan menyuplai sebagian besar dari tekanan yang diberikan untuk membantu menaikkan fluida reservoir ke permukaan.

Adapun contoh mekanisme pendorong sebagai berikut : Water Drive, Gas Cap Drive, Solution Gas Drive, Segregetion Drive, dan Combinasi Drive.

Water Drive
Untuk reservoir jenis water drive adalah mekanisme pendorong yang energi pendesakan mendorong minyak untuk mengalir adalah berasal dari air yang terperangkap bersama-sama dengan minyak pada batuan reservoirnya.
Apabila dilihat dari terbentuknya batuan reservoir water drive, maka air merupakan fluida pertama yang menempati pori-pori reservoir. Tetapi dengan adanya migrasi minyak bumi maka air yang berada disana tersingkir dan digantikan oleh minyak. Dengan demikian karena volume minyak ini terbatas, maka bila dibandingkan dengan volume air yang merupakan fluida pendesaknya akan jauh lebih kecil.
Water Drive
Karakteristik Water Drive :
  • Gas oil ratio untuk reservoir jenis ini relatif lebih konstan jika dibandingkan dengan reservoir jenis lainnya. Hal ini disebabkan karena tekanan reservoir relatip akan konstan karena dikontrol terus oleh pendesakan air yang hampir tidak mengalami penurunan.
  • Produksi air pada awal produksi sedikit, tetapi apabila permukaan air telah mencapai lubang bor maka mulai mengalami kenaikan produksi yang semakin lama semakin besar secara kontinyu sampai sumur tersebut ditinggalkan karena produksi minyaknya tidak ekonomis lagi
Water Drive
  • Untuk reservoir dengan jenis pendesakan water drive maka bagian minyak yang terproduksi akan lebih besar jika dibandingkan dengan jenis pendesakan lainnya, yaitu antara 35 - 75% dari volume minyak yang ada. Sehingga minyak sisa (residual oil) yang masih tertinggal didalam reservoir akan lebih sedikit

Subscribe Untuk Mendapatkan Updata Artikel

loading...

0 Response to "Mekanisme Pendorong Water Drive"

Post a Comment