Contoh Teks Cerita Sejarah Bahasa Indonesia Singkat Dan Strukturnya

Halo para pembaca belajarmateri.com kali ini saya akan membagikan contoh teks cerita sejarah bahasa indonesia bagi para pembaca dan juga para pelajar sekalian. Pada saat kamu mendengarkan cerita atau pembacaan cerita, dapatkah kamu memahami unsur-unsurnya? Apa saja unsur-unsur dalam sebuah cerita? Unsur unsur cerita dapat diidentifikasi melalui dua unsur, yaitu intrinsik dan ekstrinsik. Nah, sebelum menyimak contoh teks cerita sejarah yang dibagikan ada baiknya kita mengenal lebih dekat dulu apa sih teks cerita sejarah itu ?
Unsur-Unsur Cerita
Untuk memahami isi cerita yang didengar, kamu harus memerhatikan unsur unsur pembangun cerita tersebut. Unsur-unsur tersebut meliputi sebagai berikut.

a. Unsur intrinsik, yaitu unsur pembangun cerita yang berasal dari dalam ceritaitu sendiri. Unsur ini meliputi sebagai berikut.
  • Tema, artinya gagasan pokok cerita. Tema yang diangkat dalam cerita antaralain kehidupan bermasyarakat, ketuhanan, kasih sayang, keagamaan, adat,budaya, dan sebagainya.
  • Penokohan, yaitu tokoh dan karakter tokoh-tokoh cerita. Jenis tokoh antara lain protagonis (berwatak baik), antagonis (berwatak jahat), dan tritagonis(penengah).
  • Amanat, pesan yang disampaikan pengarang kepada pendengar lewat cerita.
  • Setting, yaitu tempat, suasana, dan waktu terjadinya cerita.
  • Alur, merupakan rangkaian peristiwa yang membentuk cerita.
  • Sudut pandang (point of view), yaitu cara pandang pengarang dalam menempatkan dirinya dalam suatu cerita.
b. Unsur ekstrinsik, yaitu unsur pembangun cerita yang berasal dari luar cerita. Namun, unsur ini cukup memengaruhi cerita yang dibuat. Unsur ini meliputi nilai moral, agama, sosial, budaya, pendidikan, dan ideologi yang melatarbelakangi kehidupan pengarang.

Contoh Teks Cerita Sejarah Singkat 

Asal Usul Nama Surabaya
Pada zaman dahulu, di lautan luas sering terjadi perkelahian antara ikan hiu yang dikenal dengan nama Ikan Sura dan Buaya. Mereka berkelahi hanya karena berebut mangsa.  Keduanya sama-sama kuatnya, sama-sama tangkasnya, sama-sama cerdiknya, samasama ganasnya, dan sama-sama rakusnya. Selama mereka berkelahi, belum pernah ada yang menang ataupun yang kalah. Oleh karena itu, mereka kemudian jemu untuk terus berkelahi.

”Aku bosan terus-terusan berkelahi, Buaya,” kata Ikan Sura.

”Aku juga, Sura. Lalu, apa yang harus kita lakukan agar kita tidak lagi berkelahi?” tanya Buaya. Ikan Hiu Sura yang sudah memiliki rencana untuk menghentikan perkelahiannya dengan Buaya, memang telah memiliki satu cara.

”Untuk mencegah perkelahian di antara kita, sebaiknya kita membagi daerah kekuasaan menjadi dua. Aku berkuasa sepenuhnya di dalam air dan harus mencari mangsa di dalam air, sedangkan kamu berkuasa di daratan dan mangsamu harus yang berada di daratan. Sebagai batas antara daratan dan air, kita tentukan batasnya, yaitu tempat yang dicapai oleh air laut pada waktu pasang surut. Bagaimana, Buaya?”

”Baiklah aku terima usulmu yang bagus itu!” jawab Buaya.

Pembagian daerah kekuasaan itu ternyata memang telah membuat perkelahian antara Ikan Sura dan Buaya sudah tak terjadi lagi. Mereka menghormati daerah kekuasaannya masing-masing. Selama mereka mematuhi kesepakatan yang telah mereka buat bersama, keadaan aman dan damai. Akan tetapi, pada suatu hari, Ikan Sura mencari mangsa di sungai. Hal itu dilakukan dengan sembunyi-sembunyi agar Buaya tidak mengetahui. Akan tetapi, Buaya memergoki perbuatan Ikan Sura itu. Tentu saja Buaya sangat marah melihat Ikan Sura melanggar janjinya. Buaya segera menghampiri
Ikan Sura yang sedang menikmati mangsanya di sebuah sungai.

”Hai, Sura, mengapa kamu melanggar peraturan yang telah kita sepakati berdua? Mengapa kamu berani memasuki sungai yang merupakan bagian dari wilayah kekuasaanku?” tanya Buaya. Ikan Sura yang tak merasa bersalah tenang-tenang saja.

”Aku melanggar kesepakatan? Bukankah sungai ini berair. Bukankah aku sudah bilang bahwa aku adalah penguasa di air? Nah, sungai ini, kan, ada airnya, jadi juga termasuk daerah kekuasaanku,” kata Ikan Sura.

”Apa? Sungai itu, kan, tempatnya di darat, sedangkan daerah kekuasaanmu ada di laut, berarti sungai itu adalah daerah kekuasaanku!” Buaya ngotot.

”Tidak bisa. Aku, kan, tidak pernah bilang kalau di air hanya air laut, tetapi juga air sungai,” jawab Ikan Sura.

”Kalau begitu kamu mau membohongiku lagi? Baiklah kita buktikan siapa yang memiliki kekuatan yang paling hebat, dialah yang akan menjadi penguasa tunggal!” kata Buaya. Mereka berdua terus cekcok, masing-masing berusaha mengemukakan alasan alasannya, masing-masing pun saling menolak dan saling ngotot mempertahankan kebenaran-kebenaran dari alasan-alasannya sendiri.
Akhirnya, mereka berkelahi lagi. 

Pertarungan sengit antara Ikan Sura dan Buaya terjadi lagi. Pertarungan kali ini makin seru dan dahsyat. Mereka saling menerjang dan menerkam, saling menggigit dan memukul. Dalam waktu sekejap, air di sekitarnya menjadi merah oleh darah yang keluar dari luka-luka kedua binatang itu. Kedua binatang raksasa itu tanpa istirahat terus bertarung mati-matian. 

Dalam pertarungan sengit itu, Buaya mendapat gigitan Ikan Sura di pangkal ekornya sebelah kanan. Selanjutnya, ekornya itu terpaksa selalu membelok ke kiri. Akan tetapi, buaya puas karena telah dapat mempertahankan daerahnya. Ikan Sura telah kembali lagi ke lautan. 

Peristiwa pertarungan antara Ikan Sura dan Buaya itu mendapat tempat tersendiri di hati masyarakat Surabaya. Oleh karena itu, nama Surabaya selalu dikait-kaitkan dengan peristiwa itu. Lambang Ikan Sura dan Buaya bahkan dipakai sebagai lambang Kota Madya Surabaya.

Nah  para pembaca demikian lah materi singkat tentang teks sejarah ini semoga dapat membantu para pembaca dan pelajar menyelesaikan tugas atau hanya untuk sekedar menambah pengetahuan para pembaca sekalian. Terima kasih atas kunjungannya di belajarmateri.com jangan lupa untuk klik tombol like dan sharenya

Subscribe Untuk Mendapatkan Updata Artikel

loading...

0 Response to "Contoh Teks Cerita Sejarah Bahasa Indonesia Singkat Dan Strukturnya"

Post a Comment