Contoh Cerpen Singkat Pengalaman Pribadi Bahasa Indonesia

Halo para pelajar sekalian kali ini saya menyajikan 2 contoh cerpen yang bisa dikatakan cukup pendek/singkat buat para pelajar dan pembaca sekalian. Tapi sebelum masuk ke contoh cerpen pengalaman pribadi ini ada baiknya kita simak dulu materi seputar cerpen mulai dari pengertian, ciri-ciri dan struktur dari cerpen, unsur intrinsik dan ekstrinsiknya, nilai yang terkandung dalam cerpen, sudut pandang dan juga hal-hal menarik yang didapat dalam cerpen ini. Nah langsung aja cekidot
Pengertian Cerpen
Cerpen adalah salah satu bentuk karya sastra yang berisi tentang kehidupan seseorang dan diceritakan secara ringkas. Cerita dalam cerpen hanya sebagian kecil dari kehidupan manusia. Cerita pendek karya seseorang atau beberapa orang biasanya dikumpulkan dalam sebuah buku kumpulan yang dinamakan buku kumpulan cerpen.

Ciri-Ciri Cerpen
Ciri-ciri sebuah cerpen berbeda dengan ciri karya sastra jenis lain (novel atau roman).
Sebuah cerpen memiliki ciri-ciri antara lain:
  • memiliki alur tunggal, karena jalan ceritanya hanya satu,
  • jalan cerita singkat, karena menceritakan sebagian masalah seseorang saja,
  • pelaku-pelakunya memiliki satu konflik sampai akhir penyelesaian,
  • terdiri dari kurang lebih 10.000 kata, dan lebih pendek dari novel,
  • para pelakunya memiliki perubahan nasib di akhir penyelesaian (ending) cerita.
Struktur Cerpen
  • Abstrak merupakan bagian awal dalam cerita atau ringkasan utama dari cerpen yang dikembangkan dalam rangkaian-rangkaian peristiwa. Dalam sebuah cerpen struktur abstrak bersifat opsional (boleh ada ataupun tidak).
  • Orientasi, pada bagian ini berkaitan dengan waktu, tempat, suasana dan alur pada cerita tersebut.
  • Komplikasi, pada bagian komplikasi berisikan urutan dari kejadian yang dihubungkan dengan sebab dan akibat. Pada bagian ini biasanya menunjukan watak dari tokoh cerpen tersebut serta mulai muncul kerumitan.
  • Evaluasi merupakan struktur konflik yang terjadi serta mengarah pada puncak atau klimaks. Pada bagian ini sudah mulai muncul penyelesaian dari konflik yang muncul dalam cerpen.
  • Resolusi pada bagian struktur ini berisikan solusi dari masalah yang dihadapai dalam cerita.
  • Koda (coda), pada bagian ini berisikan amanat berupa nilai atau pelajaran yang disisipkan penulis dalam cerita tersebut agar pembaca dapat memetik pelajaran dari amanat tersebut

Baca Juga : Teks Anekdot (Ciri, Struktrur, dan Contoh)

Unsur Intrinsik Cerpen
  • Tema, adalah gagasan utama yang menjadi dasar jalannya cerita dalam cerita pendek.
  • Alur/Plot, merupakan urutan tahapan jalannya sebuah cerita. Mulai dari perkenalan lalu muncul sebuah konflik permasalahan lalu peningkatan konflik lalu Klimaks atau puncak dari konflik yang dihadapai lalu penurunan konflik serta penyelesaian.
  • Setting, dalam cerita pendek meliputi tempat atau latar, waktu, suasana yang tergambar dalam cerita pendek.
  • Tokoh, merupakan seseorang yang menjadi pelaku atau yang terlibat dalam jalannya cerita. Dalam sebuah cerita pendek biasanya setiap tokoh memiliki watak karakter sendiri-sendiri.Di dalam sebuah cerita terdapat juga tokoh antagonis atau tokoh yang memiliki karakter jahat , protagonis atau tokoh yang memiliki karakter baik serta figuran yang hanya sebagai tokoh pendukung.
  • Penokohan, adalah sifat dari tokoh yang tercermin dari sikap, perilaku, ucapan, pikiran ,dan pandangannya terhadap suatu hal dalam cerita.

Unsur ekstrensik
Latar Belakang Masyarakat
Latar belakang masyarakat adalah pangaruh kondisi latar belakang yang terdapat di masyarakat yang dapat mempengaruhi terbentuknya jalan cerita dalam cerpen, Pengaruh kondisi tersebut seperti kondisi politik, ideologi, sosial masyarakat, dan kondisi ekonomi masyarakat.
Latar Belakang Pengarang
Latar belakang pengarang mencakup tentang pemahaman, faktor-faktor, atau motivasi pengarang untuk membuat sebuah cerpen. Latar Belakang Pengarang Meliputi
  • Riwayat Hidup Pengarang 
  • Kondisi Psikologis 
  • Aliran Sastra 

Nilai-Nilai Yang Terkandung Dalam Cerpen
  • Nilai agama : Berkaitan dengan pelajaran agama yang dapat dipetik dalam teks cerpen
  • Nilai Sosial : Berkaitan dengan pelajaran yang dapat dipetik dari interaksi sosial antara para tokoh dan lingkungan masyarakat dalam teks cerpen
  • Nilai moral : Nilai ini berkaitan dengan nilai yang dianggap baik atau buruk dalam masyarakat. Dalam cerpen nilai moral bisa berupa nilai moral negatif (buruk) atau nilai moral positif (baik)
  • Nilai budaya : Nilai yang berkaitan erat dengan kebudayaan , kebiasaan, serta tradisi adat istiadat
Sudut Pandang Cerpen
  • Sudut pandang Orang Pertama Pelaku Utama, Dalam sudut pandang ini tokoh “aku” akan menjadi pusat perhatian dan tokoh utama yang menceritakan tentang peristiwa yang  dialaminya  dalam cerita pendek.
  • Sudut pandang Orang Pertama Pelaku Sampingan, Dalam bagian ini tokoh “aku” muncul sebagai pelaku tambahan atau saksi saja.Biasa nya tokoh “aku” hanaya muncul dalam pengantar dan penutup cerita.
  • Sudut pandang Orang ketiga serba tahu, Sudut pandang ini menceritakan melalui sudut pandang “dia”, tapi pengarang atau narator mengetahui segala hal yang berhubungan dengan tokoh “dia”. Pengarang cerpen mengetahui segalanya
  • Sudut pandang Orang ketiga Pengamat, Dalam sudut pandang ini pengarang hanya menggambarkan apa yang dirasakan, dialami, dilihat, dan dipikir oleh seorang tokoh
Baca Juga : Teks Eksposisi (Ciri, Struktur, dan Contoh)

Hal-Hal yang Menarik dari Cerpen
Hal-hal yang menarik dari suatu cerpen dapat ditemukan dari tema cerita, amanat cerita, bahasa, penyajian, jalan cerita, dan sebagainya. Untuk menemukan hal menarik dari suatu cerpen, syaratnya kamu harus membaca keseluruhan cerpen dengan saksama.


Contoh  1 Cerpen Pengalaman Pribadi

Balada Helm Bathok

Sedih rasanya apabila bepergian dengan bekal keuangan yang mepet. Lebih-lebih lagi apabila dalam perjalanan terkena razia/operasi lalu lintas yang mau tidak mau harus mengeluarkan uang, agar urusan cepat selesai dan tak jadi beban pikiran.

Peristiwa ini saya alami pada hari Kamis, 11 April 2007. Ketika itu, saya menjadi panitia penerimaan siswa baru di Pesantren Al Iman Muntilan seksi penyebaran brosur. Hari itu saya berangkat ke Temanggung, untuk menyebarkan brosur. Dari Muntilan saya naik sepeda motor berdua dengan seorang santri, bernama Suranto. Saya membawa perlengkapan yang asalasalan. Saya memakai helm standar, sementara Suranto memakai helm bathok.

Sesampai di Temanggung, saat melewati pos polisi, saya diminta berhenti. Setelah menanyakan kelengkapan surat, ternyata ada yang tidak oke, yaitu helm bathok yang dipakai Suranto. Kami dianggap melanggar peraturan lalu lintas. Agar tidak berbelit-belit urusannya, petugas saya beri
‘uang damai’ Rp20.000. Setelah itu, saya diperbolehkan melanjutkan perjalanan.

Eeee... baru berjalan sekitar 1 km, saya dipepet motor Poltas dan dia menyuruh kami berhenti di pinggir jalan. Batin saya, pasti ini urusan helm bathok. “Selamat siang. Bapak telah melanggar peraturan lalu lintas. Helmnya tidak standar,” kata petugas. “Siap Pak,” jawab saya. “Saya tidak tahu peraturan di sini. Saya baru saja ditilang di pos pertama tadi,” kata saya mengiba.

Syukurlah, saya tidak dimintai ‘uang damai’. Saya dipersilakan meneruskan perjalanan. Eee... baru berjalan sekitar 10 meteran, saya disemprit polisi lagi, dan kali ini polisinya agak garang. Saya jadi deg-degan. Apalagi, uang di dompet hasil ngutang, dan jumlahnya pas-pasan untuk jalan.

Setelah surat-surat diperiksa polisi, dengan gemetar saya katakan sama dengan petugas itu, “Pak maaf, mohon maaf sekali, saya tadi sudah ditilang dua kali.’’ Langsung dijawab oleh petugas itu, “Ya sudah, sana jalan. Lain kali kalau keluar kota jangan pakai helm bathok,” katanya. Syukurlah, saya selamat, meski tetap deg-degan juga, gara-gara helm bathok yang dipakai Suranto.

Baca Juga : Teks Eksplanasi (Ciri, Struktur, dan Contoh)

Contoh  2 Cerpen Pengalaman Pribadi

Deheman Mematikan dari Pak Dosen
Peristiwa ini terjadi ketika aku masih kuliah di Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) di Solo. Waktu itu, pukul 08.00 WIB, ada ujian mata kuliah Pengantar Ilmu Politik. Ada salah satu temanku yang sebenarnya cukup pandai, tetapi karena malas belajar, ia selalu minta bantuan jawaban kepadaku.

Pagi itu sebelum ujian, ia kelabakan dan memohon kepadaku agar nanti kalau ujian diberitahu jawabannya. “Git, tolong nanti pas ujian kamu duduknya di belakangku ya! Nanti kalau sukses beres pokoknya. Aku traktir sepuasnya,” ujarnya penuh harap. Sudah lazim di kalangan mahasiswa, kalau membantu jawaban teman dengan memakai kode-kode, misalnya dengan mendehem dan batuk. Kalau jawabannya A, maka dehemnya satu kali bila jawabannya B dua kali dan seterusnya. Bila ada dosen pengawas lewat, biasanya dengan memberi kode batuk-batuk.

Tibalah saat ujian dimulai. Semua mahasiswa siap di kursi masing-masing. Ujian ditunggui oleh salah satu dosen yang cukup disiplin, ditakuti, dan dikenal sebagai dosen killer. Temanku yang mulai kesulitan segera bertanya kepadaku dengan mengacungkan jari di samping tempat duduk dan kadang diselingi dengan menulis nomor yang belum bisa dikerjakannya.

Aku pun menjawab, “Heem...,” bila jawabannya A. Dan, “heem... heem...,” bila jawabannya B, dan seterusnya. Tetapi, betapa terkejut temanku, ketika ia baru memperlihatkan nomor di selembar kertas, tiba-tiba Pak Dosen dari belakang langsung bilang, “Heem... heem.”

Dan, belum hilang rasa terkejutnya, temanku langsung diinterogasi Pak Dosen. “Saudara yang berbaju merah, silakan saudara tumpuk pekerjaan Saudara di meja saya dan keluar dari ruangan ini!” bentak Pak dosen. Temanku terkejut tetapi terlambat. Ia tertangkap basah minta jawaban kepadaku. Untung aku tidak ikut disuruh keluar ruangan.

Semua mata menatap kepada temanku yang bersungut-sungut keluar ruangan dengan muka pucat tanpa senyum dan ekspresi wajahnya kelihatan jelek sekali. Beberapa menit setelah ujian selesai ia menemuiku. Aku masih tertawa mengingat kejadian itu dan melihat ekspresi mukanya.

“Sebentar dulu, lha yang dehem tadi bukan aku kok. Kamu tidak waspada,” jawabku. Teman-teman mahasiswa lain pun ikut tertawa ketika ketemu temanku itu. Makanya kalau mau ujian belajar! Jangan menggantungkan nasib pada deheman teman. Kalau ketahuan, yah... seperti lagunya Matta band.

Subscribe Untuk Mendapatkan Updata Artikel

loading...

0 Response to "Contoh Cerpen Singkat Pengalaman Pribadi Bahasa Indonesia"

Post a Comment