Contoh Cerita Pengalaman Singkat Bahasa Indonesia

Tentunya kamu memiliki banyak pengalaman pribadi yang mengesankan. Pengalaman itu dapat diperoleh dari berbagai macam peristiwa atau kegiatan, misalnya saat perjalanan ke sekolah, saat beristirahat di halaman atau di kantin sekolah, pada saat menonton film, menonton pertandingan olahraga, mengikuti upacara bendera, pesta, atau pada saat berekreasi. Pengalaman pribadi yang mengesankan itu dapat berupa pengalaman yang lucu, menggelikan, menyenangkan, menyedihkan, atau mengharukan.

Cara Menulis 
1. Pilihlah cerita yang paling istimewa yang pernah kamu alami, baik cerita lucu, menyenangkan, maupun mengharukan.
2. Tulislah garis besar (pokok-pokok) cerita pengalamanmu tersebut.
3. Berlatihlah merangkai pokok-pokok cerita tersebut dengan rincian cerita yang menarik.
4. Pilihlah kalimat dan kata yang ekspresif sesuai jenis cerita pengalaman yang kamu ceritakan.
5. Jika kamu sudah yakin dengan isi dan jalan ceritamu, tampillah dengan penuh percaya diri.
6. Pilihlah kalimat pembukaan cerita yang memukau pendengar, sehingga perhatian pendengar terpusat padamu.
7. Secara mengalir, sampaikan pengalamanmu dengan bahasa yang ekspresif.
8. Tutuplah ceritamu dengan kalimat-kalimat yang dapat memberi kesan istimewa bagi pendengarnya.

Contoh Cerita Pengalaman
Gara-Gara Sok 'Cas-Cis-Cus'
Sekitar tahun 1995 saya mengantarkan kawan ke Dinas Kesehatan Kota (DKK) untuk meminta surat keterangan sehat dari dokter. Isman – kawan saya itu -- bermaksud melamar pekerjaan sebagai guru bantu Bahasa Inggris di sebuah SMP swasta di Bandung. Walaupun hanya lulusan SMA, Isman begitu yakin bahwa dirinya akan diterima di sekolah tersebut. Konon pejabat yayasan yang menaungi SMP tersebut masih terhitung kerabat dekat dengan dirinya. Ditambah lagi bekal pengetahuan bahasa Inggris yang cukup yang diperolehnya dari sebuah kursus bahasa Inggris terkenal di kota kami. Maka mantaplah tekad Isman untuk mendapatkan pekerjaan sebagai guru bantu di sekolah tersebut. Sepanjang perjalanan menuju DKK tak henti-hentinya Isman mengajak saya bercakap-cakap dengan menggunakan bahasa Inggris. Bahkan bukan saya saja, kernet angkutan kota (angkot) yang kami naiki pun sekali-kali dia tegur dengan bahasa Inggris. Tentu saja, sang kernet malah jadi kesal dan memalingkan wajah ke arah lain. Terus terang waktu itu saya agak kesal juga dengan tingkah kawan saya ini. Saya merasa sedikit malu kepada penumpang-penumpang lain yang memperhatikan kami seolah-olah kami adalah makhluk-makhluk asing yang aneh. ''Bule item aja sok ingris-inggrisan,'' gerundel seorang penumpang. Isman baru diam. Sesampai di DKK Isman kembali kambuh cas-cis-cus berbahasa Inggris. Tentu saja kami pun menjadi pusat perhatian para pasien dan pengunjung di tempat itu. Saat kami melewati sebuah ruangan, Isman berhenti dan tertegun sebentar seraya bertanya padaku setengah berteriak: "What room is this? Du, ruang ron-tigen itu ruang apaan sih? "Kontan saja saya tertawa mendengar pertanyaan Isman itu. Para pasien dan pegunjung yang sempat mendengar ucapan Isman pun ikut tertawa kecil. Lalu saya menarik tangan Isman untuk sedikit menjauh dari orang-orang. Ikut jadi malu deh rasanya. "Rontgen itu dibacanya ronsen bukan ron-ti-gen. Malu-maluin aja kau!" Wajah Isman memerah dan langsung terdiam, tak berani cas-cis-cus lagi. Rasain, lu! Inggris pas-pasan aja sok cas-cis-cus! batinku. 


Rahasia Gigi Ompong Bu Guru
Seperti biasanya, ayahku membuka warung setiap pukul 06.00 WIB. Walaupun warungnya tidak besar, tapi cukup lengkap. Keuntungannya dapat menutup kebutuhan sehari-hari dan bisa buat tambahan uang jajan. Maklum, ayahku hanya seorang pensiunan pegawai negeri. Ketika itu, karena masih pagi, semua orang di rumah masih pada sibuk. Ada yang sedang nyiapin sarapan pagi, siap-siap mau berangkat sekolah, sampai yang membuat gorengan untuk dijual di warung. Kesibukan seperti itu memang sudah menjadi rutinitas di keluargaku. Tapi, kadang-kadang aku suka stres juga sih ngeliat orang pada sibuk dan heboh setiap pagi. Belum lagi kalau mendengar teriakan orang yang mau belanja di warung kami. Melihat semua orang pada sibuk, mau gak mau aku harus turun tangan juga untuk membantu menjaga warung. Padahal, aku paling males yang namanya jaga warung. Habis, yang belanja suka pada nyebelin. Tapi, hari itu aku lagi beruntung, sebab yang belanja cowok ganteng, dan aku buru-buru ke warung untuk melayaninya. Tapi, saking terburu-burunya, sampai sampai aku lupa memasang gigi palsuku yang setiap mau tidur aku lepas. Lalu aku melayani cowok itu dengan ramah. Karena dari tadi cowok itu senyum-senyum saja, aku jadi serba salah. Saat itu belum kusadari bahwa dia menertawakan gigiku yang ompong. Ketika datang muridku di TK yang bernama Via, aku langsung menyapanya dengan ramah. Anehnya, anak itu malah menertawakanku. Aku pun jadi bingung, dan baru sadar ketika dia berkata, "Ih, ibu guru kok giginya ompong.... Sama dong kaya gigi Via.'' Semua orang yang ada di warung, termasuk cowok ganteng tadi, tertawa terbahak-bahak. Spontan saja mukaku langsung merah padam kayak orang sedang kebakaran jenggot. Aduh malu deh, ketahuan rahasia gigi ompong ibu guru sama muridnya. Mana ada cowok keren lagi yang memerhatikan.

Subscribe Untuk Mendapatkan Updata Artikel

loading...

0 Response to "Contoh Cerita Pengalaman Singkat Bahasa Indonesia"

Post a Comment