Back Pressure Test,Isochronal Test,Modified Isochronal Test

Well test pada reservoir terbagi menjadi Back Pressure Test,Isochronal Test,Modified Isochronal Test.

Back Pressure Test
Pierce dan Rawlins (1929) merupakan orang pertama yang mengusulkan suatu metode tes sumur gas untuk mengetahui kemampuan sumur berproduksi dengan memberikan tekanan balik (back pressure) yang berbeda-beda. Pelaksanaan dari tes yang konvensional ini dimulai dengan jalan menutup sumur, dari mana ditentukan  harga PR. Selanjutnya sumur diproduksi dengan laju sebesar qsc sehingga aliran mencapai stabil, sebelum diganti dengan laju produksi lainnya. Setiap perubahan laju produksi tidak didahului dengan penutupan sumur. Gambar skematis dari proses “back pressure test” yaitu :
Analisa Back Pressure Test
Analisa Back Pressure Test

Isochronal Test
Penyelesaian test “back pressure” akan membutuhkan waktu yang lama, bila untuk masing-masing harga laju produksi yang direncanakan membutuhkan waktu stabilisasi yang lama. Untuk mengatasi hal ini Cullender (1955) mengusulkan suatu cara tes berdasarkan anggapan, bahwa jari-jari daerah penyerapan yang efektif (effektive drainage radius), rd adalah fungsi dari tD dan tidak dipengaruhi oleh laju produksi. Ia mengusulkan laju yang berbeda tetapi dengan selang waktu yang sama, akan memberikan grafik log ∆P2 vs log qsc yang linier dengan harga eksponen n yang sama, seperti pada kondisi aliran yang stabil.

Metode tes yang diusulkan oleh Cullender ini dikenal sebagai tes isochronal. Tes ini terdiri dari serangkaian proses penutupan sumur sampai mencapai stabil, yang disusul dengan pembukaan sumur, sehingga menghasilkan laju produksi tertentu selama jangka waktu t, tanpa menanti kondisi stabil. Setiap perubahan laju produksi didahului oleh penutupan sumur sampai tekanan mencapai stabil. Salah satu tes produksi ini dilakukan sampai mencapai kondisi stabil.
Diagram Tekanan dan Laju Produksi dari Tes Isochronal
Diagram Tekanan dan Laju Produksi dari Tes Isochronal

Analisa Deliverability Hasil dari Isochronal Test
Analisa Deliverability Hasil dari Isochronal Test
Analisa data dilaksanakan dengan mencatat harga tekanan alir dasar sumur untuk jangka waktu alir yang sama bagi masing-masing laju produksi yang direncanakan. 
Modified Isochronal Test
Pada reservoir yang ketat penggunaan tes isochronal belum tentu menguntungkan bila diinginkan penutupan sumur sampai mencapai keadaan stabil. Katz dkk (1959) telah mengusulkan suatu metode untuk memperoleh hasil yang mendekati hasil tes isochronal. Metode ini dikenal sebagai modified isochronal. Perbedaan metode ini dengan metode isochronal terletak pada persyaratan bahwa penutupan sumur tidak perlu mencapai stabil. Selain dari pada itu selang waktu penutupan dan pembukaan sumur dibuat sama besar.
Analisa Modified Isochronal Test
Analisa Modified Isochronal Test

Pengolahan data untuk analisa deliverability sama seperti pada metode isochronal, kecuali untuk harga Pr diganti dengan Pws, yaitu harga tekanan yang dibaca pada akhir dari setiap masa penutupan sumur.

Laminer-Inertia Turbulent
Dalam sistem radial kecepatan aliran makin bertambah besar bila mendekati sumur, sehingga pengaruh inersia-turbulensi makin terasa. Pengaruh ini dinyatakan sebagai kehilangan tekanan. Analisa LIT (Laminer-Inertia Turbulent) digunakan pada sumur yang memiliki laju alir tinggi dan nilai viskositas dan faktor deviasi gasnya dikatakan tidak konstan. Untuk melakukan analisa LIT maka dibutuhkan data PVT sumur untuk melihat perubahan viskositas dan nilai z terhadap penurunan tekanan untuk menentukan nilai AOF dengan analisa LIT. 

Untuk menentukan nilai AOF pada analisa LIT menggunakan persamaan berikut :
Ψr = a Qg + b Qg2  
Untuk mencari nilai a dan b dapat ditentukan dengan melihat nilai intersept dan slope seperti gambar

Real Gas Pseudo Pressure
Real Gas Pseudo Pressure

Subscribe Untuk Mendapatkan Updata Artikel

loading...

0 Response to " Back Pressure Test,Isochronal Test,Modified Isochronal Test"

Post a Comment