Perencanaan Well Completion

Apabila pemboran telah mencapai formasi yang merupakan target terakhir dan pemboran telah selesai, maka sumur perlu dipersiapkan untuk diproduksikan. Persiapan atau penyempurnaan sumur untuk diproduksikan ini disebut dengan well completion. Pada well completion dilakukan pemasangan alat-alat dan perforasi apabila diperlukan dalam usahanya untuk mengalirkan hidrokarbon ke permukaan.

Tujuan utama well completion adalah memperoleh hasil hidrokarbon yang maksimal dengan pengeluaran biaya yang minimal. Faktor-faktor yang memegang peranan penting diantaranya yaitu :

1.Pengaruh Kondisi Reservoir
Pengaruh  dari  kondisi  reservoir  ini  diantaranya  adalah production rate, jumlah lapisan produktif,  reservoir  drive  mechanism,  secondary recovery, stimulasi dan sand control.

2.Pengaruh Peralatan atau Mekanis
Mechanical configuration dari sumur sangat menentukan suksesnya pengurasan reservoir. Hal yang perlu diperhatikan yaitu : 
•Kondisi operasional, misalnya temperatur dan tekanan yang tinggi
•Safety, misalnya shut-down system.

Dari pertimbangan di atas dapat ditentukan :         
•Cara penyelesaian sumur
•Jumlah komplesi dalam satu sumur
•Casing-tubing configuration
•Diameter casing dan tubing
•Completion interval

Secara garis besar komplesi sumur dibagi menjadi tiga bagian penting, yaitu formation completion (kekompakan batuan), tubing completion (sifat fluida produksi, jumlah lapisan produktif, dan produktivitas sumur) dan wellhead completion (kondisi tekanan reservoir).

1.Formation Completion
Merupakan jenis komplesi yang bertujuan untuk memaksimalkan aliran fluida ke dalam lubang sumur. Yang menjadi masalah dalam formasi komplesi ini adalah bagaimana memaksimalkan fluida yang dihasilkan di dalam lubang sumur yang berasal dari formasi produktif. Untuk itu perlu diketahui produktivity index, kekompakan batuan formasi dan masalah terproduksinya pasir, yang mana hal tersebut merupakan faktor-faktor yang berpengaruh didalam pemilihan jenis formation completion. Adapun metode formation (down hole) completion dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu :
a.Open hole completion
b.Perforated casing completion
c.Sand exclusion types completion, contohnya liner completion, gravel pack completion serta sand consolidation.

2.Tubing Completion
Penentuan jenis tubing completion terutama didasarkan atas jumlah tubing yang akan digunakan dimana hal ini erat hubungannya dengan jumlah atau zone produktif yang dimiliki serta produktivitas formasinya. Tubing completion dapat dibedakan menjadi tiga jenis yang didasarkan pada jumlah production string (pipa produksi) yang digunakan dalam satu sumur. Jenis-jenis tersebut adalah single completion (satu zona produktif dan satu pipa produksi), comingle completion (reservoir berlapis), dan multiple completion (lebih dari satu zona produktif).
Agar dihasilkan laju produksi yang optimum harus diperhatikan faktor pressure loss atau kehilangan tekanan yang erat kaitannya dengan hubungan ukuran tubing yang digunakan. Selain itu dalam menentukan jenis tubing komplesi perlu dipertimbangkan sifat-sifat fluida produksi yang mungkin menimbulkan masalah produksi sehingga memudahkan operasi treatment atau workover dimasa mendatang.

3.Wellhead Completion
Pemilihan metode wellhead completion seperti halnya pada pemilihan metode tubing completion, dilakukan berdasarkan pada laju produksi atau jumlah lapisan produktif, produktivitas formasi dan kondisi tekanan reservoir. Dengan adanya beberapa lapisan produktif yang diproduksikan melalui satu sumur maka jumlah tubing yang digunakan juga lebih dari satu. Hal ini akan mempengaruhi jenis wellhead yang akan digunakan.

Dalam menentukan jenis dan ukuran wellhead completion sebagai tindak lanjut dari formation completion dan tubing completion, maka pada bagian ini akan dibahas mengenai pemilihan peralatan wellhead (ukuran, grade, desain, dimensi dan kualitas) yang bertujuan untuk memberikan keselamatan kerja pada saat penggantian atau pemasangan peralatan tersebut. Dalam hal ini pemilihan peralatan dibatasi berdasarkan standart American Petroleum Institute (API). Peralatan wellhead dalam standart API diklasifikasikan berdasarkan kesanggupannya dalam menahan tekanan kerja (working pressure) yang berkisar antara  960 psi sampai 15.000 psi.

Subscribe Untuk Mendapatkan Updata Artikel

loading...

0 Response to "Perencanaan Well Completion"

Post a Comment