Pengertian Perforasi dan Jenis-Jenisnya

Kali ini admin akan menjelaskan sedikit mengenai perforasi dalam perminyakan beserta jenis dari perforasi. Perforasi adalah suatu cara yang dilakukan agar mendapatkan hubungan antara reservoir (subsurface) dengan sumur (borehole). Dengan kata lain, perforasi merupakan suatu kegiatan membuat lubang di bawah permukaan yang menembus casing, semen, dan formasi sehingga terjadi kontak antara formasi (reservoir) dengan sumur dan membuat fluida formasi di lapisan produktif dapat mengalir ke dalam sumur atau diproduksikan, dengan menggunakan bahan peledak seperti gun yang dipasang di dalam casing kemudian diturunkan ke dalam lubang sumur. Penggunaan bahan peledak (perforator) diperlukan tekanan yang besar, karena itu jenis bahan peledak yang digunakan harus disesuaikan dengan cara atau teknik perforasi yang akan diaplikasikan. 
Contoh Alat Perforasi
Perforasi ini digunakan agar dapat meningkatkan jumlah potensial yang dapat diproduksi dari reservoir. Sumur baru yang telah selesai di bor, pada umumnya akan diisi KCl brine dengan SG 1.03 gr/cc guna mencegah kebocoran yang terdapat diseluruh rangkaian casing yang dapat mengakibatkan blow out / semburan liar.

Kondisi zona disekitar sumur sangat mempengaruhi hasil dari perforasi, seperti aktivitas pemboran, penyemenan, dan pemasangan komplesi. Salah satu tujuan penyemenan casing sebenarnya adalah untuk mensupport casing, tetapi pada akhirnya semen juga akan menutupi zona produktif. Aktifitas pemboran juga merusak formasi karena pada saat pemboran filtrat lumpur akan masuk ke dalam formasi dan akan merusak properties dari formasi tersebut. Maka dari itu perforasi sangat penting untuk memastikan hubungan formasi dengan wellbore yang dilindungi oleh casing. Secara garis besar, terdapat dua metode atau teknik perforasi yang kita kenal yaitu :

Metode Perforasi
Ada beberapa kondisi dimana perforasi dapat dilakukan yaitu perforasi pada kondisi overbalance dan perforasi pada kondisi underbalance. Overbalance perforasi kurang disukai karena menyebabkan damage pada formasi dan sumur tidak bisa langsung berproduksi, sebaliknya underbalance perforasi menghasilkan perforasi yang bersih dan sumur dapat langsung diproduksikan.

Underbalance Perforation
Underbalance perforation dilakukan dimana kondisi tekanan hidrostatik lebih kecil daripada tekanan formasi. Perforasi underbalance biasanya menggunakan Enerjet tool. Prinsip kerja dari enerjet tool ini hanya menembak atau membuka lapisan satu arah saja untuk memproduksikan fluida dari reservoir ke surface. Underbalance perforasi sendiri sejauh ini dibagi menjadi 3 jenis yaitu :

1. Conventional Underbalance
Conventional underbalance adalah suatu metode perforasi yang dilakukan dalam kondisi underbalance (Ph < Pf), maksimum underbalance yang boleh digunakan yaitu 500 - 1000 psi. Apabila underbalance pressure lebih tinggi dari 1000 psi maka kemungkinan gun akan blown up.

2. Extreme Underbalance (EUB)
EUB perforasi diciptakan untuk memperoleh underbalance yang lebih besar tanpa resiko blown up gun, metode ini adalah pengembangan dari conventional underbalance perforasi. Underbalance yang bisa diperoleh bervariasi mulai dai 1500 psi - 4800 psi. Untuk mencegah agar gun tidak blown up maka dipasang sistem anchoring pada gun (MRA) dengan sistem mechanical release, alat ini akan menjaga agar gun tidak terpental pada saat perforasi, dengan kondisi pressure yang begitu besar metode ini dapat meningkatkan produksi sebesar 15% dibanding dengan conventional underbalance. Untuk menciptakan kondisi high pressure seperti ini, completion fluid harus dikurangi sesuai dengan kondisi tekanan yang diinginkan.

3. Dynamic Underbalance atau Pure
DUB (PURE) adalah pengembangan dari metode EUB, tujuan dari metode ini adalah menciptakan kondisi dynamic underbalance dari kondisi statis underbalance, konisi dynamic underbalance yang tercipta akan membantu untuk mengurangi nilai skin, metode ini memerlukan liquid column disekitar gun dan menguragi jumlah SPF gun  (PURE Charges).

Keuntungan dari metode ini adalah kita hanya membutuhkan sedikit unload liquid. Prosesnya adalah setelah gun ditembakkan, pure charges akan membuat lubang pada rangkaian gun, liquid akan masuk ke dalam lubang dan akan tergantikan oleh gas yang keluar, efek dari dynamic underbalance ini sangat cepat sekitar 0.06 sec sebelum kembali ke kondisi awal. Tujuannya adalah untuk memperkecil nilai skin, metode ini biasa diterapkan pada reservoir dengan porosity > 10 % untuk menjamin keberhasilannya.

Overbalance Perforation
Perforasi overbalance dilakukan pada kondisi lubang sumur yang overbalance (kondisi dimana tekanan hidrostatik lebih besar daripada tekanan formasi). Pada kasus tertentu di suatu lapangan, perforasi overbalance ini biasanya hanya digunakan dengan tujuan perbaikan bonding (ikatan) semen. Karena sumur dalam keadaan tidak produksi atau tubing maupun artificial lift tidak terpasang, sehingga sumur membutuhkan tekanan dari kolom fluida yang lebih besar untuk menahan tekanan formasi. Jika tidak, maka influx yang tidak diinginkan akan masuk ke wellbore atau yang umum dikenal dengan sebutan kick.

Adapun tool yang digunakan pada operasi perforasi overbalance yaitu HSD (High Shoot Density). HSD ini bekerja secara spiral di dalam wellbore (melingkar ke bawah). Hasil tembakan dari HSD pada setiap sudut di dalam wellbore tergantung kedalaman perforasi yang telah ditentukan oleh PE. Misalnya HSD 6 SPF (Shot Per feet), maka setiap 1 feet di dalam wellbore terdapat 6 tembakan yang dikeluarkan oleh HSD di setiap sudut lubang sumur.

Subscribe Untuk Mendapatkan Updata Artikel

loading...

0 Response to "Pengertian Perforasi dan Jenis-Jenisnya"

Post a Comment