Sifat Fisik Batuan Reservoir

Sifat fisik batuan reservoir sangat penting dan harus dipahami dalam teknik reservoir karena erat kaitannya dalam mendeskripsikan reservoir. Yang termasuk sifat fisik batuan adalah porositas, kompresibilitas, permeabilitas, tekanan kapiler. Sifat fisik permeabilitas erat kaitannya dalam aliran fluida pada reservoir, selanjutnya aplikasi persamaan aliran tersebut meliputi hukum darcy.

-Porositas
Porositas
Porositas dapat didefinisikan sebagai sejumlah pori yang tersedia dan dapat memerangkap fluida didalamnya pada batuan. 
Berdasarkan pembentukannya porositas dapat digolongkan menjadi :
1.Porositas primer, yaitu porositas yang terbentuk bersamaan dengan proses terbentuknya batuan
2.Porositas sekunder, yaitu porositas yang terbentuk kemudian setelah proses pengendapan batuan.
Sedangkan berdasarkan fungsinya porositas dikelompokan menjadi:
1.Porositas total
2.Porositas efektif

Untuk clean sandstone berlaku porositas total sama dengan porositas efektif sedangkan untuk karbonat porositas efektif kurang dari porositas total. Untuk batuan dengan butir seragam, besarnya porositas ditentukan oleh packing, sedangkan untuk batuan dengan ukuran butir yang tidak seragam maka faktor faktor yang mempengaruhi porositas adalah :
o Bentuk butiran, makin angular makin meningkat porositasnya
o Susunan butir
o Distribusi ukuran butir
o Sementasi antar butiran
o Rekahan atau fractures
Pengukuran porositas dapat dilakukan di laboratorium, dengan mengukur salah satu dari Vp, Vb, atau Vm dengan menerapkan hukum archimedes, atau dilapangan dengan well log.

-Kompresibilitas 
Kompresibilitas merupakan perubahan volume batuan yang diakibatkan oleh perubahan tekanan
c = - 1 / V (∂V / ∂P)T
Terdapat 2 keadaan tekanan di dalam reservoir yang diperhitungkan pada waktu menentukan kompresibilitas batuan yaitu reservoir yang bertekanan normal dan yang bertekanan abnormal. Tekanan reservoir dikatakan normal jika gaya overburden akibat berat batuan di atasnya diimbangi oleh gaya ke atas dari matrik batuan dan fluida. Tekanan reservoir dikatakan abnormal jika tekanan fluida lebih besar dari (surnormal) atau lebih kecil dari (subnormal) tekanan hidrostatik fluida yang normalnya memiliki gradien tekanan yang linear. 

-Permeabilitas
Permeabilitas

Permeabilitas
Permeabilitas dapat didefinisikan sebagai kemampuan batuan berpori untuk melewatkan fluida. Konsep dasar dari permeabilitas dikembangkan oleh seorang perancis yang melakukan percobaan mengalirkan air melalui media alir yang terbuat dari pasir, sehingga dikenal sebagai hukum darcy. 
Faktor-faktor yang berpengaruh pada pengukuran  permeabilitas adalah :
1.Jika ada rekahan , pengukkuran yang diperoleh di laboratorium hádala permeabilitas matriks yang biasanya lebih rendah dari permeabilitas insitu
2.Gas slippage, molekul ‘slip’ sepanjang permukaan butiran yang terjadi jira diameter pori mendekati harga rata-rata jalar molekul gas (mean free path) disebut dengan klikenberg effek , kejadian ini membedakan dengan asumís persamaan darcy yang bersifat laminer dimana tidak terjadi slip.
Syarat-syarat agar hukum Darcy berlaku adalah :
1.Aliran fluida bersifat laminar
2.Aliran fluida bersifat steady-state
3.Fluida yang mengalir adalah incompressible
4.Isotermal
5.Tak ada interaksi fisik atau kimiawi antara media berpori dengan fluida yang mengalir.
Permeabilitas dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu :
1.Permeabilitas Absolut. Menyatakan kemampuan media berpori untuk mengalirkan satu jenis fluida dimana dalam media berpori tersebut hanya tersaturasi oleh satu jenis fluida.
2.Permeabilitas relatif. Menyatakan perbandingan antara permeabilitas efektif dengan permeabilitas absolutnya
3.Permeabilitas efektif. Menyatakan kemampuan media berpori untuk mengalirkan suatu jenis fluida dimana dalam media berpori tersebut tersaturasi oleh lebih dari satu jenis fluida.
Jumlah permeabilitas efektif selalu lebih kecil dari permeabilitas absolut. Permeabilitas efektif tergantung pada saturasi masing-masing fluida.

-Tekanan kapiler
Konsep tekanan kapiler berkaitan dengan fenomena :
1.Sifat kebasahan
2.Adhesi-kohesi
3.Tegangan permukaan dan tegangan antar muka.
Ketika dua fluida yang tidak saling tercampur berada bersama-sama dalam satu wadah maka akan terdapat suatu sudut kontak dengan batuan, ukuran fluida mana yang tertarik dengan batuan menggambarkan sifat kebasahan (wettability) batuan tersebut.
Minyak dan air adalah fluida yang tidak saling bercampur. Ketika kedua fluida saling kontak, maka akan terlihat bidang interface antara keduanya. Jika interface berbentuk lengkungan maka tekanan pada sisi konkaf akan melebihi tekanan pada sisi konveks. Perbedaan kedua tekanan (antara non-wetting phase dengan wetting phase) tersebut disebut tekanan kapiler.
Tekanan kapiler memiliki hubungan dengan Sw. Semakin besar Sw maka Pc akan semakin kecil. Hubungan Pc dengan Sw dipengaruhi oleh permeabilitas, porositas, dan distribusi ukuran pori.
Dua proses yang menggambarkan hubungan antara Pc dan Sw dalam kaitannya dengan proses recovery di reservoir adalah:
1.Proses drainage yang artinya penggantian fluida yang membasahi oleh fluida yang tidak membasahi.
2.Proses imbibisi yang artinya penggantian fluida yang tidak membasahi oleh fluida yang membasahi.

Subscribe Untuk Mendapatkan Updata Artikel

loading...

0 Response to "Sifat Fisik Batuan Reservoir"

Post a Comment