Pengertian Logging Dalam Perminyakan

Logging
Logging adalah perekaman karakteristik dari suatu formasi batuan yang diperoleh melalui pengukuran pada sumur bor (Ellis & Singer,2008). Data yang dihasilkan disebut sebagai well log. Berdasarkan proses kerjanya, logging dibagi menjadi dua jenis yaituwireline logging dan logging while drilling bor (Ellis & Singer,2008). Wireline loggingdilakukan ketika pemboran telah berhenti dan kabel digunakan sebagai alat untuk mentransmisikan data. Pada logging while drilling, logging dapat dilakukan bersamaan dengan pemboran. Logging jenis ini tidak menggunakan kabel untuk mentransmisikan data. Saat ini logging while drilling lebih banyak digunakan karena lebih praktis sehingga waktu yang diperlukan lebih efisien walaupun masih memiliki kekurangan berupa transmisi data yang tidak secepat wireline logging.

Baca Juga : Gamma Ray Logging

Ellis & Singer (2008) membagi metode yang digunakan untuk memperoleh data log menjadi dua macam, yaitu:
Wireline Logging
Pada wireline logging, hasil pengukuran akan dikirim ke permukaan melalui kabel (wire).Instrumen – instrumen yang terdapat pada alat ini adalah:
1.Mobile laboratory
2.Borehole
3.Wireline
4.Sonde 
Darling (2005) menyebutkan sejumlah kelebihan wireline logging sebagai
berikut:
-Mampu melakukan pengukuran terhadap kedalaman logging secara otomatis
-Kecepatan transmisi datanya lebih cepat daripada LWD, mampu mencapai 3 Mb/detik.

Wireline logging juga mempunyai sejumlah kekurangan (Darling,2005) yaitu:
-Sulit digunakan pada horizontal & high deviated well karena menggunakan kabel
-Informasi yang didapat bukan merupakan real-time data

Contoh Wireline Logging
-Gamma Ray
-Spontaneaous Potential Log
-Resistivity Log
-Caliper Log
-Neutron dan Density Log

Logging While Drilling
Logging while drilling (LWD) merupakan suatu metode pengambilan data log dimanalogging dilakukan bersamaan dengan pemboran (Harsono,1997). Hal ini dikarenakan alatlogging tersebut ditempatkan di dalam drill collar. Pada LWD, pengukuran dilakukan secara real time oleh measurement while drilling (Harsono,1997).Alat LWD terdiri dari tiga bagian yaitu: sensor logging bawah lubang bor, sebuah sistem transmisi data, dan sebuah penghubung permukaan. Sensor loggingditempatkan di belakang drill bit, tepatnya pada drill collars (lengan yang berfungsi memperkuat drill string) dan aktif selama pemboran dilakukan (Bateman,1985). Sinyal kemudian dikirim ke permukaan dalam format digital melalui pulse telemetry melewati lumpur pemboran dan kemudian ditangkap oleh receiver yang ada di permukaan (Harsono,1997). Sinyal tersebut lalu dikonversi dan log tetap bergerak dengan pelan selama proses pemboran. Logging berlangsung sangat lama sesudah pemboran dari beberapa menit hingga beberapa jam tergantung pada kecepatan pemboran dan jarak antara bit dengan sensor di bawah lubang bor (Harsono,1997).

Menurut Darling (2005), alat LWD mempunyai sejumlah keunggulan dibandingkan dengan wireline logging yaitu:
-Data yang didapat berupa real-time information
Informasi tersebut dibutuhkan untuk membuat keputusan penting selama pemboran dilakukan seperti menentukan arah dari mata bor atau mengatur casing.
-Informasi yang didapat tersimpan lebih aman
Hal ini karena informasi tersebut disimpan di dalam sebuah memori khusus yang tetap dapat tetap diakses walaupun terjadi gangguan pada sumur.
-Dapat digunakan untuk melintas lintasan yang sulit
LWD tidak menggunakan kabel sehingga dapat digunakan untuk menempuh lintasan yang sulit dijangkau oleh wireline logging seperti pada sumur horizontal atau sumur bercabang banyak (high deviated well).
-Menyediakan data awal apabila terjadi hole washing-out atau invasi
Data LWD dapat disimpan dengan menggunakan memori yang ada pada alat dan baru dilepas ketika telah sampai ke permukaan atau ditransmisikan sebagai pulsa pada mud column secara real-time pada saat pemboran berlangsung (Harsono,1997). Berkaitan dengan hal tersebut terdapat Darling (2005) menyebutkan sejumlah kelemahan dari LWD yang membuat penggunaannya menjadi terbatas yaitu:
-Mode pemboran: Data hanya bisa ditransmisikan apabila ada lumpur yang dipompa melewati drillstring.
-Daya tahan baterai: tergantung pada alat yang digunakan pada string, biasanya hanya dapat bekerja antara 40-90 jam
-Ukuran memori: Sebagian besar LWD mempunyai ukuran memori yang terbatas hingga beberapa megabit. Apabila memorinya penuh maka data akan mulai direkam di atas data yang sudah ada sebelumnya. Berdasarkan sejumlah parameter yang direkam, memori tersebut penuh antara 20-120 jam
-Kesalahan alat: Hal ini bisa menyebabkan data tidak dapat direkam atau data tidak dapat ditransmisikan.
-Kecepatan data: Data ditransmisikan tanpa kabel, hal ini membuat kecepatannya menjadi sangat lambat yaitu berkisar antara 0,5-12 bit/s jauh dibawah wireline logging yang bisa mencapai 3 Mb/s.

MUD LOGGING
Mud logging merupakan proses mensirkulasikan dan memantau perpindahan mud dancutting pada sumur selama pemboran (Bateman, 1985). Menurut Darling (2005) terdapat dua tugas utama dari seorang mud logger yaitu :
1.Memantau parameter pengeboran dan memantau sirkulasi gas/cairan/padatan dari sumur agar pengeboran dapat berjalan dengan aman dan lancar.
2.Menyediakan informasi sebagai bahan evaluasi bagi petroleum engineering department.

Mud-logging unit akan menghasilkan mud log yang akan dikirim ke kantor pusat perusahaan minyak. Menurut Darling (2005), mud log tersebut meliputi:
-Pembacaan gas yang diperoleh dari detektor gas atau kromatograf
-Pengecekan terhadap ketidakhadiran gas beracun (H2S, SO2)
-Laporan analisis cutting yang telah dideskripsi secara lengkap
-Rate of Penetration (ROP)
-Indikasi keberadaan hidrokarbon yang terdapat di dalam sampel
Mud log merupakan alat yang berharga untuk petrofisis dan geolog di dalam mengambil keputusan dan melakukan evaluasi. Darling (2005) menyatakan bahwa mud logdigunakan untuk hal – hal berikut ini:
-Identifikasi tipe formasi dan litologi yang dibor
-Identifikasi zona yang porous dan permeabel
-Picking of coring, casing, atau batas kedalaman pengeboran akhir
-Memastikan keberadaan hidrokarbon sampai pada tahap membedakan jenis hidrokarbon tersebut apakah minyak atau gas

Subscribe Untuk Mendapatkan Updata Artikel

loading...

0 Response to "Pengertian Logging Dalam Perminyakan"

Post a Comment