Pengertian Saturasi Dalam Ilmu Perminyakan

Ruang pori – pori batuan reservoir mengandung fluida yang biasanya terdiri dari air, minyak dan gas. Untuk mengetahui jumlah masing – masing fluida, maka perlu diketahui saturasi masing – masing fluida tersebut. Saturasi adalah sebagai perbandingan antara volume fluida tertentu (air, minyak dan gas) terhadap jumlah volume pori – pori atau dalam persamaan dirumuskan sebagai berikut: Saturasi air didefinisikan sebagai berikut:
Saturasi minyak didefinisikan sebagai berikut:
Saturasi gas didefinisikan sebagai berikut:
Total saturasi fluida jika reservoir mengandung 3 jenis fluida:
Terdapat tiga faktor yang penting mengenai saturasi fluida, yaitu:


  1. Saturasi fluida akan bervariasi dari satu tempat ke tempat lain dalam reservoir, air cenderung untuk lebih besar dalam bagian batuan yang kurang porous. Bagian struktur reservoir yang lebih rendah relatif akan mempunyai Sw yang tinggi dan Sg yang relatif rendah. Demikian juga untuk bagian atas dari struktur reservoir berlaku sebaliknya. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan densitas dari masing-masing fluida. 
  2. Saturasi fluida akan bervariasi dengan kumulatip produksi minyak. Jika minyak diproduksikan maka tempatnya di reservoir akan digantikan oleh air dan atau gas bebas, sehingga pada lapangan yang memproduksikan minyak, saturasi fluida berubah secara kontinyu.
  3. Saturasi minyak dan saturasi gas sering dinyatakan dalam istilah pori-pori yang diisi oleh hidrokarbon. Jika volume contoh batuan adalah V, ruang pori-porinya adalah f.V, maka ruang pori-pori yang diisi oleh hidrokarbon adalah:
So.f.V + Sg.f.V = (1-Sw).f.V
Beberapa faktor yang mempengaruhi saturasi fluida reservoir, antara lain:
  1. Pada batuan yang mudah dibasahi oleh air atau water wet, harga saturasi air cenderung tinggi pada porositas yang lebih kecil.
  2. Akibat adanya perbedaan berat jenis gas, minyak dan air maka umumnya saturasi gas akan tinggi pada bagian atas dari jebakan (perangkap).
  3. Reservoir, begitu juga untuk saturasi air akan tinggi pada bagian bawah dari jebakan atau perangkap reservoir dengan combination drive.
  4. Produksi berlangsung karena adanya perubahan distribusi fluida. Jika minyak diproduksikan maka tempatnya di dalam reservoir akan digantikan oleh air atau gas bebas.
Baca Juga : 
Di dalam suatu reservoir, jarang sekali minyak terdapat 100% menjenuhi lapisan reservoir. Biasanya air terdapat beberapa persen sampai kadang-kadang lebih dari 50% tetapi biasanya antara 10 sampai 30%. Dengan demikian batas fluida antara air dan minyak tidak selalu jelas. Besarnya penjenuhan air di dalam reservoir minyak menentukan dapat tidaknya lapisan minyak itu diproduksikan. Penjenuhan air dinyatakan sebagai Sw (water saturation). Jika Sw lebih besar dari 50%, minyak masih dapat keluar; akan tetapi pada umumnya harus lebih kecil dari 50%. Kedudukan minyak terhadap air tergantung sekali daripada apakah reservoir tersebut basah minyak (oil wet) atau basah air (water wet). Pada umumnya batuan reservoir bersifat basah air. Pori – pori batuan Reservoir selalu berisi fluida dan fluida tersebut bisa berupa minyak dan Gas, Gas – Minyak – Air atau Gas – Air – Minyak. Atau air yang selalu berada didalam reservoir sebab air lebih dulu ada sebelum minyak atau gas datang/bermigrasi. Kadar air yang tinggi dalam reservoir minyak mengurangi daya pengambilannya (recoverability)

Subscribe Untuk Mendapatkan Updata Artikel

loading...

0 Response to "Pengertian Saturasi Dalam Ilmu Perminyakan"

Post a Comment