Pengertian Porositas Dalam Ilmu Perminyakan

Porositas
Porositas adalah perbandingan antara ruang kosong dari suatu batuan dengan volume batuan itu sendiri. Pengukuran porositas batuan merupakan hal yang sangat penting karena akan menentukan seberapa banyak hidrokarbon (gas atau minyak) yang ada di dalam batuan. Porositas bisa dikategorikan dalam beberapa kategori sebagai berikut :


Berdasarkan cara pembentukannya

•Porositas asli atau primer : menyatakan besaran porositas yang terbentuk saat proses diagenesis batuan, contohnya yaitu porositas intergranular
•Porositas sekunder : menyatakan besaran porositas yang terbentuk setelah proses diagenesis batuan, contohnya yaitu karena pelarutan pada batuan karbonat (vugs) atau akibat proses tektonik (fracture porosity), dibawah ini merupakan contoh pembentukan porositas sekunder :

-Porositas larutan yaitu ruang pori – pori yang terbentuk karena adanya proses pelarutan batuan.
-Porositas akibat rekahan, celah atau kekar yaitu ruang pori – pori yang terbentuk karena adanya   kerusakan atau perubahan struktur batuan sebagai akibat dari variasi beban seperti lipatan, patahan atau sesar.
-Dolomitasi yaitu proses berubahnya batu gamping menjadi dolomite.

Rumus kimia :
2CaCO3 +MgCl2 >>>>> CaMg(CO3)2+CaCl2
Berdasarkan kemampuan pori untuk dilewati hidrokarbon
•Porositas Absolut (Øabs) : perbandingan antara volume seluruh pori – pori dengan volume total batuan (bulk volume) atau dapat ditulis dalam persamaan :
Dimana:
∅abs:Porositas Absolut (%)
Vp :Volume pori – pori batuan (cc)
Vb :Volume total batuan (cc)
Vg :Volume butiran (cc)
•Porositas Efektif : perbandingan antara volume pori – pori yang berhubungan terhadap volume total batuan dan dinyatakan dalam fraksi (persen) dalam persamaannya adalah 
Dimana:
∅eff :Porositas Effektif (%)
Vp :Volume pori – pori batuan yang berhubungan (cc)
Vb :Volume total batuan (cc)

Berdasarkan letak pori-porinya
•Porositas intragranular : pori-pori terletak di dalam butiran itu sendiri
•Porositas intergranular : pori-pori terletak diantara butiran yang tidak tertutupi oleh semen

Baca Juga : Pengertian Scale Dalam Perminyakan

Nilai porositas sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut 
-Keseragaman butiran : semakin seragam butir penyusun batuan maka nilai porositasnya akan semakin besar, dilain pihak apabila ukuran butiran tidak seragam maka butiran yang lebih kecil akan mengisi ruang kosong diantara butiran yang lebih besar sehingga nilai porositas akan turun.
-Derajat sementasi : semakin tinggi derajat sementasi maka pori-pori batuan yang tertutup semen akan semakin kecil, sehingga nilai porositas akan semakin kecil pula
-Derajat kompaksi : semakin besar tekanan yang diberikan ketika proses diagenesa batuan maka akan membuat ukuran pori-pori semakin kecil dan akibatnya nilai porositas juga akan semakin kecil
-Derajat angularitas : pada umumnya batuan dengan butiran yang memiliki roundness yang baik akan memiliki nilai porositas yang lebih baik daripada batuan dengan bentuk yang melancip.

Dengan mengetahui porositas, permeabilitas dan saturasi air dan oil pada batuan reservoir, dengan sifat-sifat tersebut dapat membantu meramalkan cadangan minyak di reservoir.

Subscribe Untuk Mendapatkan Updata Artikel

loading...

0 Response to "Pengertian Porositas Dalam Ilmu Perminyakan"

Post a Comment